Published On: Kam, Feb 11th, 2016

Kerja Pemkab Lamban Dikeluhkan Korban Banjir Parengan

PARENGAN

MENGELUH : Aktivitas warga korban banjir Parengan saat di lokasi pengungsian untuk hewan ternaknya

MENGELUH : Aktivitas warga korban banjir Parengan saat di lokasi pengungsian untuk hewan ternaknya

seputartuban.com – Warga korban banjir di wilayah Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban, mengeluh lambanya bantuan dari pemerintah. Sejak kejadian, nampak hanya petugas lalu lalang tanpa melakukan lebih untuk meringankan beban warga.

Sumadrim (54), warga Dusun Brangkal, Rt 05/02 Desa Brangkal, Kecamatan Parengan, mengeluhkan lambanya perhatian pemerintah. Hingga Rabu (10/2/2016) pukul 08.30 WIB, bantuan belum diterima. Diantaranya kebutuhan pokok untuk memenuhi kehidupan makan.

Padahal banjir bandang sudah menerjang sehari semalam sebelumnya. “Belum ada bantuan sama sekali, padahal kami sangat membutuhkan bantuan bahan pokok untuk menunjang kebutuhan kami beberapa hari kedepan,” katanya.

Sebagian besar warga, saat banjir datang tidak sempat menyelamatkan kebutuhan bahan pangan sehari-hari. Karena sibuk mengungsikan ternaknya ke dataran yang lebih tinggi. Sedangkan warga lainya sibuk menyelamatkan anggota keluarganya ke beberapa lokasi yang dirasa aman dari banjir.

Selain kebutuhan pokok, warga juga sangat membutuhkan pakaian layak pakai. Karena banyak warga yang tidak berhasil menyelamatkan pakaian saat banjir, sehingga masih kondisi basah. Apalagi usai banjir kondisi pansa matahari tidak terlalu terik karena kondisi cuaca, sehingga baju basah tidak cepat kering.

Senada disampaikan Kepala Desa Brangkal, Zainal Muttaqin, Dia mengetahui petugas BPBD Kabupaten Tuban meninjau lokasi dan melakukan pendataan saat banjir menjelang surut.

“Pihak BPBD Tuban dengan tim dari Tagana kemarin kesini sekitar Pukul 13:00 WIB. Dengan menggunakan perahu karet. Awalnya saya mengira akan memberikan bantuan kepada warga, ternyata hanya meninjau lokasi dan melakukan pendataan kerugiannya saja,” lanjutnya.

Luapan kali kening diketahui berangsur-angsur surut sejak Selasa, (09/02/2016) Pukul 14:00 WIB. Seketika warga langsung menuju masing-masing rumahnya untuk melakukan pembersihan rumah dari sisa lumpur banjir.

“Tidak hanya bantuan penunjang bahan pokok yang belum kami terima, saat ini kami juga membutuhkan air bersih untuk membersihkan sisa-sisa genangan lumpur diseluruh jalan poros desa. Sebab jika tidak, akan membahayakan para pengguna jalan terutama Roda 2,” harapnya.

Ketua Komisi-A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Tuban, Agung Suprianto menegaskan secara aturan BPBD Kabupaten Tuban memiliki kewenangan untuk menggunakan anggaran. Tinggal menyalurkan kepada masyarakat terdampak bencana. “Anggaran biaya tak derduga yang diperuntukan untuk musibah bencana alam tanpa harus meminta persetujuan dan pertimbangan pihak DPRD. Jadi tidak ada alasan untuk telat atau tidak memberikan bantuan,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris BPBD Tuban, Joko ludiono tidak mau berkomentar banyak meski sudah dihubungi beberapa kali melalui ponselnya. “Maaf, saya masih sibuk. Saya masih mengikuti kegiatanya pak Bupati,” terangnya singkat.

Diketahui BPBD memberikan paket bantuan kepada warga korban bencana melalui Kepala Desa. Terkait jenis dan jumlah bantuan serta sasaran bantuan tidak diketahui. Karena belum ada informasi resmi dari BPBD Tuban terkait informasi tersebut yang diberikan kepada media.

Sementara itu, Bupati Tuban, Fathul Huda dan Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf. Sarwo Supriyo, Rabu (10/2/2016) pukul 10.00 WIB mengunjungi korban banjir. Di Dusun Juwet, Desa Selogabus, Kecamatan Parengan. Untuk berdialog dan memberikan motivasi kepada masyarakat serta menyerahkan bantuan korban bencana secara simbolis.

Diketahui banjir akibat luapan Kali Kening itu melanda 11 desa di Kecamatan Parengan. Yakni Desa Sembung, Desa Cengkong, Desa Brangkal, Desa Mergoasri, Desa Suciharjo, Desa Selogabus,  Desa Sukorejo, Desa Parangbartu, Desa Kumpulrejo, Desa Kemlaten dan Desa Parangbartu. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author