Published On: Sab, Jan 16th, 2016

Kepala Puskesmas “Mlempem” Akan Dipanggil

TUBAN

SAIFUL HADI: Ambulan yang ada saat ini paling muda pembelian tahun 2009. Tapi kebanyakan pembelian  tahun 2005. Banyak yang sudah sering mogok saat mau dipakai.

Kepala Dinkes Pemkab Tuban, Saiful Hadi 

seputartuban.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) menghimbau agar Kepala Pusakemas bertindak tegas terhadap bawahannya yang mbolor kerja. Secara aturan jam kerja untuk pelayanan kesehatan mulai buka loket jam 07.00 pagi, namun kenyataannya jam 08.00 para pegawai baru masuk kerja.

Hal itu berdampak kwalitas buruk pelayanan kesehatan masyarakat. Masyarakat yang akan berobat harus menunggu hingga petugasnya datang. Padahal setiap Puskesmas sudah terdapat mesin absen fingerprint, namun keberadaanya tidak mampu membuat staf bekerja disiplin.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Kesehatan Tuban, Saiful Hadi menegaskan semua Kepala Puskesmas harus bertindak tegas terhadap bawahannya yang kinerjanya molor. Sesuai dengan program Dinas Kesehatan di tahun 2016, peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyararakat.

“Kepala Pukesmas tidak usah takut dan harus menegur bawahannya yang masuk kerjanya molor. Bila tidak berani maka mereka yang akan saya panggil,” tegas Saiful, Jumat (15/1/2016).

Saiful juga menjelaskan, akan diterapkan penilaian kinerja tahunan. Setiap pegawai akan memiliki nilai keaktifan dan target pencapaian program dan beban kerja. Bila dalam satu tahun tidak memenuhi standart, maka mereka akan diberikan sanksi mulai peringatan dan bisa diberikan sanksi dipecat.

“Setiap harus mengisi pakta integritas, bila kinerjanya tidak sesuai dengan fakta integritas yang dibuat akan diberikan sanksi,” sambungnya.

Terkait peningkatan pelayanan kesehatan, Dinkes akan menerapkan sistem fiscard. Setiap pasien tidak perlu mendaftarkan di loket. Mereka cukup memasukkan kartu mesin yang disediakan dan akan muncul data pasien yang akan dibuat acuan dalam memberikan pelayanan oleh petugas. “Kita sudah programkan untuk tahun ini fokus terhadap pelayanan masyarakat, sehingga kebutuhan kesehatan dapat terpenuhi,” pungkasnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author