Published On: Kam, Apr 17th, 2014

Kendaraan Bak Terbuka, Dilarang Tapi Laris Manis

WIDANG

DILARANG: Sejumlah siswa SMP di Kecamatan Widang menikmati kendaraan bak terbuka usai pulang sekolah, Kamis (17/04/2014) siang.

DILARANG: Sejumlah siswa SMP di Kecamatan Widang menikmati kendaraan bak terbuka usai pulang sekolah, Kamis (17/04/2014) siang.

seputartuban.com-Larangan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang di Kabupaten Tuban tampaknya masih belum relevan dengan fakta di lapangan. Terbukti, di berbagai sudut wilayah Kabupaten Tuban masih banyak kendaraan bak terbuka seperti pik up dan truk yang mengangkut orang.

Salah satunya di kawasan Kecamatan Widang. Kendati sudah banyak angkutan umum mulai angkudes hingga bus mini, tapi kendaraan bak terbuka masih jadi sarana transportasi laris manis di jalan pantura Tuban-Babat jurusan Surabaya ini. Umumnya, para penumpang ini adalah para pelajar SMP dan SMA, selain tentu saja para pedagang lokal dan asongan lainnya.

Mereka lebih memilih naik di atas bak terbuka karena ongkosnya lebih murah jika dibandingkan dengan mobil penumpang umum (MPU). Sejumlah siswa SMP Widang asal Kecamatan Plumpang, mengatakan lebih asyik naik kendaraan bak terbuka setiap hari berangkat maupun pulang sekolah. “Sudah langganan Mas, cuma bayar Rp 1000,” terang seorang siswa berkulit gelap di antara siswa lainnya, Kamis (17/04/2014) siang.

Alasan memilih kendaraan bak terbuka karena murah meriah juga juga diutarakan pelajar SMP di Kecamatan Jenu. Gufron misalnya. Pelajar SMP asal Desa Remen, Kecamatan Jenu ini, bahkan mengatakan sejak kelas VII sudah menggunakan bak terbuka saat berangkat dan pulang sekolah. Dirinya dan pelajar lain mengaku tidak mengetahui adanya larangan kendaraan bak terbuka untuk orang. “Mau gimana lagi, sampai rumah tidak ada angkutan. Yang ada cuma kendaraan ini (bak terbuka),” ungkap dia.

Terpisah Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Yuli Purnomo, mengatakan langkah sosialisasi sudah sering dilakukan terkait larangan tersebut. Baik pesan melalui  baner, spanduk dan imbauan secara langsung. Hanya saja, berbagai faktor menjadi penyebab belum maksimalnya larangan tersebut. Belum meratanya fasilitas angkutan umum di pedasaan bisa jadi penegakan aturan tersebut belum bisa maksimal.

Namun begitu, Yuli mengingatkan para sopir kendaraan bak terbuka yang masih melanggar akan ditindak tegas. “Setelah kita peringatkan tetap dilanggar, kita tegas saja. Ini agar yang lainnya bisa tertib saja,” tandas Yuli. HANAFI

Facebook Comments

About the Author