Published On: Jum, Nov 9th, 2018

Kendala Keuangan, IWbA Tuban Batal Kirim Atlet Kejurnas

seputartunan.com, TUBAN – Pengurus Cabang (Pengcab) Indonesia Woodball Asociation (IWbA) Kabupaten Tuban batal mengirimkan atletnya ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) IWbA di Balikpapan, Rabu-Jumat (14-16/11/2018) mendatang. Karena terkendala biaya operasional yang diperkirakan menghabiskan dana jutaan rupiah.

SERU : Atlet dewasa IWbA Tuban saat bertanding dalam Porkab V dan Piala Bupati Tuban 2018 belum lama ini di Lapangan GOR Tuban

Ketua Pengcab IWbA Tuban, Cipnal Muchlip M, Kamis (08/11/2018) mengatakan sebenarnya Pengurus Provinsi (Pengprov) IWbA Jatim memberikan kesempatan kepada Pengcab Tuban mengirimkan atletnya. Hal itu disampaikan melalui komunikasi internal, maupun saat Pembukaan Pekan Olah Raga Kabupaten (PORKAB) V dan Piala Bupati Tuban, Minggu (4/11/2018) di Lapangan sepak bola GOR Rangga Jaya Tuban.
Pengiriman atlet ini sebenarnya berkaitan dengan kesempatan keikutsertaan atlet dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Papua 2021 mendatang. Tuban diberikan kesempatan emas oleh Pengprov dalam mempersiapkan atletnya, mengikuti kompetisi internal nasional dan mencatatkan peringkatnya untuk dasar pelaksanaan PON 2021.
“Semoga kesempatan Tuban ikut mewakili Jatim dalam PON tidak hilang. Kita masih menyelesaikan beban keuangan swadaya Porkab lalu yang tidak sedikit. Kalau kita biaya lagi dari pengurus, ya enggak lah. Kita hemat energi untuk kegiatan berikutnya karena kita swadaya,” ungkapnya.
Masih menurut pria asal Kecamatan Montong itu, sebenarnya 2 atlet yang diberangkatkan siap biaya mandiri dari orang tuanya. Pembelian tiket masing-masing pulang pergi sekitar Rp. 2,4 juta ditambah penginapan, akomodasi dan makan.
“Ya memang antusiasme atlet dan walinya tinggi, tapi kebutuhan atlet ndak hanya itu, belum lagi kebutuhan pendamping atlet. Sementara swadaya baru saja kita pakai pertandingan kemarin ndak sedikit dan belum selesai tanggunganya. Kalau seluruh biaya kita bebankan ke orang tua, meski mereka siap, tapi itu tidak baik,” ungkapnya.
Keputusan yang diambil Pengcab IWbA Tuban bagai simalakama. Namun pembatalan pengiriman atlet dalam Kejurnas dianggap paling bijak. “Ya semoga ada kesempatan lainnya. Meski baru di Tuban, kita tetap upaya maksimal. Tapi kita tetap memiliki batas kemampuan maksimal kita sendiri. Semoga ini menjadi keputusan terbijak,” tegasnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author

komentar dengan santun

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>