Published On: Sab, Jan 30th, 2016

Keluhan Pemuda Ring 1 Terasing di Tanah Kelahiran

TUBAN

KELUHAN MENAHUN : Pemuda ring 1 mengeluh terasing disekitar industri karena terabaikan dalam penerimaan pekerja

KELUHAN MENAHUN : Pemuda ring 1 mengeluh terasing disekitar industri karena terabaikan dalam penerimaan pekerja

seputartuban.com – Usai unjuk rasa di PT Semen Indonesia (persero) Tbk. pemuda 10 desa ring 1 melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Tuban dan Kantor Bupati Tuban, Kamis (28/1/2016). Namun mereka kecewa, karena tidak ditemui anggota dewan maupun Bupati dan Wakil Bupati Tuban.

Saat aksi di Kantor Bupati, Kepala Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Setyobudi saat mendampingi aksi itu mengatakan, Pemkab Tuban harus mengambil tindakan terhadap kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh anak perusahaan PT Semen Indonesia dalam rekrutmen tenaga kerja.

Dalam rekrutmen itu dianggap sudah melanggar ijin prinsip yang telah dibuat oleh perusahaan. Sebab proses rekrutmen sudah tidak sesuai dengan aturan yang ada dan mengabaikan warga sekitar. “Kalau alasan skill, saya yakin warga sekitar ya memiliki skill. Masak menjadi petugas kebersihan saja membutuhkan skill?, terus yang dicari skill itu bagaimana?,” kata Setyobudi.

Pemkab didesak mengkaji ulang terhadap ijin prinsip yang telah dibuat oleh perusahaan. Bila mereka melanggar harus ada tindakan tegas dari pihak pemerintah. Sebab mereka telah mengabaikan warga sekitar perusahaan.

“Selama 22 tahun kami hidup disekitar perusahaan, tetapi kondisi masyarakatnya tidak ada peningkaatan. Bahkan banyak warga yang dihukum karena mencuri di pabrik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kalau seperti salah siapa?,” keluh Koordinator Aksi, Ja’an.

SIAP DEMO LAGI : Pemuda 10 desa ring 1 PT Semen Indonesia saat unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tuban

SIAP DEMO LAGI : Pemuda 10 desa ring 1 PT Semen Indonesia saat unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tuban

Warga juga berpendapat, berdirinya PT SI tidak menciptakan lapangan pekerjaan tetapi malah menciptakan pengangguran. Bahkan bila dilihat, warga ring 1 PT SI adalah daerah termiskin di Tuban, sebab lahan sebagai mata pencaharian telah dikuasai oleh perusahaan. ”Bagaimana nasib anak cucu kita bila hal ini tidak ada perhatian dari pemerintah. Apa kami harus terasing di tanah kelahiran kita sendiri,” sambungnya.

Massa ditemui Asisten Pemerintahan Setda Pemkab Tuban, Achmad Amin Sutoyo. Dan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Tuban, Nurjanah, mengatakan keluhan yang disampaikan warga masalah lama dan dianggap sudah ada penyelesaian dari pihak perusahaan.

Sebab selama ini tidak pernah ada komunikasi dari pihak perusahaan dengan Dinsosnaker terkait pengumuman lowongan kerja maupun hasil rekrutmen tenaga kerja. “Bila kami pertanyakan terkait rekrutmen tenaga kerja, pihak perusahaan mengatakan bahwa pengumuman sudah dilakukan secara terbuka melalui online. Namun hasilnya tidak dilaporkan kepada kita,” ujar Nurjanah.

Ditegaskan setiap investor, Pemkab selalu menekankan agar mengutamakan warga sekitar dalam rekrutmen tenaga kerja. Namun, kenyataan banyak masalah ditiap perusahaan yang berhubungan dengan rekrutmen tenaga kerja. Hal itu akan menjadi kajian dan pertimbangan Pemkab kedepan, serta Dinsosnaker akan melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi masalah tersebut.

“Kita hanya bisa memberikan sanksi administrasi kepada mereka. Namun, kita akan bertindak tegas dengan mempersulit mereka bila membutuhkan kita apabila perusahaan melanggar aturan utama terkait rekrutmen tenaga kerja,” tegas mantan Camat Kerek itu.

Setelah menyampaikan aspirasinya di Pemkab Tuban, pengunjuk rasa melanjutkan aksinya ke gedung DPRD Tuban. Lagi-lagi mereka tidak ditemui oleh pejabat yang berwenang yaitu anggota DPRD Tuban. Pasalnya semua anggota DPRD Tuban sedang melakukan kunjungan kerja ke Bali dan Jakarta.

Mereka ditemui oleh Kabag Umum Sekretariat Dewan, Susilo Mukti. Bahkan pengunjuk rasa sempat bersitegang, sebab mereka merasa kecewa karena tidak ditemui oleh satupun para wakil rakyat.

Kabag Umum mengatakan bahwa DPRD sudah mengagendakan pertemuan dengan Kades ring 1 dan pihak-pihak terkait pada 9 Pebruari mendatang. “Mestinya kantor jangan dibiarkan kosong begini, kalau saat masyarakatnya butuh anggota dewan kok ndak ada sama sekali,” keluh warga.

Para pemuda akhirnya meminta agar Kabag Umum itu membuat surat pernyataan yang berisi siap menyampaikan aspirasi pengunjuk rasa dan mengantarkan perwakilan pemuda ketemu dengan Ketua DPRD Tuban Senin depan.

Akhirnya Kabag Umum Setwan mau menanda tangani surat pernyataan itu dan menyanggupi tuntutan para pemuda. Usai itu, mereka meninggalkan kantor dewan dengan pengawalan Polisi. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author