Published On: Rab, Okt 22nd, 2014

Keluarga Korban Pembunuhan Tuban Wadul Polda Jatim

WIDANG

MENCARI KEADILAN : Keluarga korban pebunuhan saat melapor ke Polda Jatim, Selasa (21/10/2014) siang.

MENCARI KEADILAN : Keluarga korban pebunuhan saat melapor ke Polda Jatim, Selasa (21/10/2014) siang.

seputartuban.com–Kinerja aparat Reskrim Polres Tuban dipertanyakan keluarga korban pembunuhan yang menewaskan Romi (66), pemilik warung di RT 04 RW 04 Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, 28 Februari lalu.

Karena hingga kini belum terungkap dam polisi belum dapat menangkap tersangka, keluarga korban melaporkan kasus ini ke Bagian Wassidik Ditreskimum Polda Jatim, Selasa (21/10/2014) siang.

Darsono, menantu korban, mengatakan untuk mengungkap kasus tersebut polisi baru meminta  keterangan keponakan korban saja. Sedangkan anak-anak korban, kata Darsono, satupun belum pernah ada yang dimintai keterangan.

Dia juga menjelaskan, meski polisi sudah meminta keterangan 28 orang warga, tapi belum ada indikasi siapa pelaku pembuhunan keji tersbut. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari penyidik, belum satupun yang mengarah kepada tersangka.

“Kalau dugaan kuatnya sudah ada, tapi katanya penyidik belum ada satupun saksi yang mengarah kepada tersangka. Kayaknya saksi takut bicara jujur. Kita berharap Polda Jatim dapat membantu menuntaskan kasus ini. Dimulai dari awal lagi penyelidikan kasus ini,” jelas Darsono, Rabu (22/10/2014) siang.

Menurut dia, pihak keluarga korban merasa kinerja petugas kurang maksimal. Karena sampai sejauh ini motif dari pembunuhan itu saja belum diketahui.

“Kita bukan melaporkan penyidik tapi melaporkan kasusnya. Keluarga kecewa dan kurang puas karena penyelidikan tidak maksimal. Modusnya saja belum tahu. Sebenarnya masyarakat secara umum juga sudah mengetahui siapa yang paling berpotensi menjadi pelakunya,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Suharyono, mengaku terus mendalami kasus tersebut. Hanya saja, pihaknya tidak dapat menetapkan tersangka hanya berdasarkan dugaan atau prasangka.

“Kita harus cukup bukti, karena menetapkan tersangka tidak hanya dasarnya prasangka saja. Memang belum ada satupun keterangan saksi yang mengarah siapa pelakunya,” jelasnya saat ditemui seputartuban.com di Mapolres Tuban, Rabu (22/10/2014) sore.

Haryono menegaskan, dalam proses penetapan tersangka minimal harus ada dua alat bukti. Karena jika gegabah justru akan menjadi bumerang bagi korps berbaju coklat itu sendiri.

“Yang pasti dua alat bukti belum terpenuhi, kalau memang dipaksanakan justru kita salah,” tandas dia.

Sekadar mengingatkan,  28 Februari lalu Romi ditemukan di warungnya sudah tidak bernyawa dan mengalami luka robek pada dagu sepanjang 6 cm, lebar 2 cm hingga menembus tulang. Selain itu, mata korban sebelah kanan memar serta luka robek pada kepala bagian belakang. Menilik kondisi tersebut, kuat dugaan Romi adalah korban pembunuhan.  MUHAIMIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos