Published On: Jum, Mei 13th, 2016

Kekompakan Warga Desa Guwoterus Cairkan Tabungan Akhirat

MONTONG

seputartuban.com – Program Tabungan Akhirat yang digalakkan masyarakat Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, mulai menuai hasil. Rabu (11/5/2016) 19 kotak dari 20 kotak tabungan akhirat yang 1 tahun lalu dibagikan kepada warga dibuka isinya. Hasilnya cukup banyak yakni mendapatkan uang Rp. 7,330,000.

Dari Kiri - Waka Adm Perhutani KPH Parengan, Asistem Administrasi Umum Setda Kab. Tuban, Sekda Kab. Tuban, Kades Guwoterus

Dari Kiri – Waka Adm Perhutani KPH Parengan, Asistem Administrasi Umum Setda Kab. Tuban, Sekda Kab. Tuban, Kades Guwoterus

Ketua Paguyuban Tabungan Akhirat, Darmadi mengatakan awal mula dibentuknya paguyuban ini karena keprihatinan terhadap kondisi lingkunganya. Sehingga tergugah dan sejumlah orang melakukan musyawarah untuk membuat program sosial itu pada tanggal 19 Mei 2015 diresmikan. “Kita sangat perihatin dengan kondisi masyarakat kita terutama mereka yang miskin,” katanya.

Kebersamaan lintas sektor mendukung program kemasyarakatan ini

Kebersamaan lintas sektor mendukung program kemasyarakatan ini

Awalnya ada sebanyak 20 orang yang ikut serta dalam kegiatan itu. Namun saat dibuka 1 orang berhalangan hadir sehingga tidak dapat mengumpulkan kotaknya dan akan dibuka 1 tahun mendatang. Program ini adalah setiap kepala keluarga (KK) diberi sebuah kotak kayu yang dikunci. Kemudian kotak tersebut ditaruh di rumah masing-masing. Setelah 1 tahun, kotak itu dikumpulkan dan dibuka isinya tanpa dihitung jumlah masing-masing kotak. Langsung ditotal keseluruhan kemudian dibahas bersama anggota untuk diberikan kepada tetangga yang membutuhkanya. Diantaranya fakir, miskin, pendidikan dalam bentuk yang beragam. “Bisa kita berikan dalam bentuk ternak, atau pinjaman tanpa bunga atau pemberian sembako,” imbuh Darmadi.

BAHAGIA : Menuangkan isi kotak tabungan akhirat

BAHAGIA : Menuangkan isi kotak tabungan akhirat

Saat kotak dibuka suasana hangat terjadi, pasalnya dalam isi kotak tidakhanya uang kertas saja melainkan banyak juga uang receh. Namun mereka tidak akan tahun kotak siapa dan berapa jumlahnya. “Kita bersyukur awal ini dapat banyak dan tidak akan tahu masing-masing dapat berapa karena amal seseorang tidak adak tertukar. Masyarakat lainya makin banyak yang minta kotak tabungan akhirat,” imbuhnya.

BERKEMBANG : Para anggota paguyuban sedang menghitung hasil kotak tabungan akhirat

BERKEMBANG : Para anggota paguyuban sedang menghitung hasil kotak tabungan akhirat

Proses diskusi sesama warga terjadi saat penentuan penerima manfaat tabungan akhirat. Beberapa anggota paguyuban mengusulkan tetangganya yang kurang mampu untuk menerima kambing. Beberapa lainya juga mengusulkan bantuan paket sembako yang cukup bagi warga yang tidak produktif. “Penerima ternak selain mau harus mampu. Untuk anggota tidak hanya beramal saja, tapi mereka ikut terlibat seluruhnya. Semoga semakin banyak masyarakat yang meminta kotak tabungan akhirat,” harapnya.

MELIMPAH : Dari 19 kotak yang dibuka mendapatkan uang Rp. 7,330,000

MELIMPAH : Dari 19 kotak yang dibuka mendapatkan uang Rp. 7,330,000

Penasehat Tabungan Akhirat, Cipnal Muchlip M, mengatakan ditargetkan dalam setahun mendatang jumlah kotak yang dibuka paling sedikit 40 kotak tabungan akhirat. Sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam program sosial ini dan semakin banyak manfaat yang akan dibagi kepada warga. “Ini sudah banyak masyarakat yang meminta kotak, akan kita buatkan dulu. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang ikut program ini akan semakin bagus untuk semua,” katanya.

Kotak Tabungan Akhirat usai dibuka

Kotak Tabungan Akhirat usai dibuka

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana saat menghadiri acara itu memberikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat Desa Guwoterus. Diharapkan lebih banyak masyarakat yang terlibat dan ditata secara sistem. Nantinya dapat menjadi percontohan bagi masyarakat Tuban. “Yang terpenting selalu menjaga kekompakan antar anggota agar semakin berkembang,” harap Sekda.

Sekda berharap desa-desa lain terinspirasi kegiatan masyarakat pinggiran hutan itu. Sebab untuk melakukan pengentasan kemiskinan harus ada peran serta masyarakat untuk melakukannya di lingkunganya masing-masing.

Diketahui hadir dalam acara itu, Sekda Kabupaten Tuban, Budi Wiyana didampingi Asisten Administrasi Umum, Sulistyadi. Waka Adm Perhutani KPH Parengan, Kapolsek Montong, Asper Perhutani BKPH Mulyoagung, Kepala Desa Guwoterus dan perangkat desa, Kepala Perhutani RPH Nguluhan, serta tokoh masyarakat. MUHLISHIN

Berita tahun lalu :  Tabungan Akhirat Bukan Tabungan Biasa

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos