Published On: Kam, Agu 30th, 2018

Kekeringan Tahun Ini Lebih Luas Dibanding Tahun Lalu

seputartuban.com, TUBAN – Kemarau menyebabkan sejumlah kawasan di Kabupaten Tuban mengalami kekeringan. Tahun ini jumlah kecamatan terdampak lebih banyak dibanding tahun lalu.

JOKO LUDIONO

Tahun 2017, sebanyak 7 kecamatan terdampak, saat ini menjadi 8 kecamatan. Yakni Kecamatan Semanding, Kecamatan Grabakan, Kecamatan Kerek, Kecamatan Senori, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Parengan serta Kecamatan Montong yang wilayahnya terdampak kekeringan.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Joko Ludiono mengatakan sejak 3 juli 2018 tingkat kekeringan diprediksi terus terjadi hingga akhir agustus. Saat ini kekeringan melanda di 28 desa di 8 kecamatan. “Dulu ada di 7 kecamatan di 26 desa,” katanya, kemarin.

Kekeringan disebabkan sejumlah faktor, diantaranya faktor teknis. Misalnya keterbatasan suplai listrik untuk menggerakkan pompa dari sumber mata air. “Seperti di daerah montong karena listriknya mati atau ada kendala lainnya, jadi sebenarnya tidak termasuk kekeringan tapi karena kendala itu sesuai SOP kita. Mereka mengajukan melalui desa dan camat terus kita melakukan pengecekan oleh tim BPBD ke lokasi,” imbuhnya.

Tim BPBD sudah 4 gelombang untuk melakukan survey yang di lalukan sejak tanggal 3 juli 2018. Sedangkan pengiriman air bersih dilakukan setiap hari secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Kita dari BPBD hanya mempunyai 4 tanki untuk menyuplay pendropingan air bersih ke 8 kecamatan dan 28 Desa yang mengalami kekeringan, makanya kita atur untuk bergilir agar bisa merata,” ungkapnya.

Diperkirakan awal musim hujan di Tuban, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi pada awal November. Saat pada bulan September ada intensitas hujan namun masih kecil dan belum dapat menambah sumber mata air. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author

Videos