Published On: Kam, Feb 25th, 2016

Kawanan Kera Resahkan Petani Jagung Rengel

RENGEL

PETANI RESAH : Disisi tengah kawasan lahan ini yang diserang kawanan kera

PETANI RESAH : Disisi tengah kawasan lahan ini yang diserang kawanan kera

seputartuban.com – 2 pekan terakhir, petani wilayah Dusun Gembong, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban diresahkan ulah kawanan kera yang merusak tanaman gung petani. Akibatnya tanaman warga mengalami kerusakan dan terancam merugi karena hasil panen berkurang.

Kawanan Kera merusak tanaman jagung sejak minggu awal pada Pebruari 2016. Diantaranya sudah merusak tanaman petani hutan Perhutani KPH Tuban, Sunoto (45) dan Abdul Rohman (38) warga setempat. Petani belum tahu pasti dari mana asal kawanan kera itu.

“Hampir sebulan ini jagung kami diserang kera setiap Pukul 12:30 WIB hingga menjelang Pukul 18:00 WIB. Kami dan para warga lain terpaksa menjaga tanaman jagung agar tidak dirusak,” ungkap Sunoto. Rabu (24/2/2016).

Kera itu sangat merepotkan warga, karena datang ke lahan jagung saat jelang matahari terbenam. Kemudian dia memakan jagung namun tidak dihabiskan, sisanya dibuang lalu mengambil lagi. Sehingga banyak tanaman yang rusak.

Ketua RT 02. RW. 09, Kasdullah (60), yang juga saksi mata mengaku gerombolan kera itu sudah merusak puluhan hektar tanaman jagung. Bahkan dia sendiri sempat menghalau kawanan kera yang jumlahnya diperkirakan puluhan ekor, dengan melemparinya batu.

“Kurang lebih seluas 10 hektar kebun yang ditanam jagung oleh warga diserang kawanan monyet. Sebagian besar adalah tanaman jagung siap panen. Untuk mengantisipasi serangan, warga berjaga disekitar lokasi keluarnya kera sampai sebelum Isya’,” ungkapnya.

Kera-kera itu nampak beringas karena menyerang secara berkelompok. Karena liarnya hewan tersebut beberapa warga lebih banyak membiarkan tanaman palawijanya diserang karena takut.  “Sebelumnya tidak ada, baru kali ini ada kera yang menyerang tanaman kami. Mungkin lahan mereka mencari makan didalam hutan berkurang  sehingga mereka turun karena  tahu ada jagung,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author