Published On: Kam, Jun 11th, 2015

Kata Pedagang, Pemkab Tuban Telat Razia Merica Palsu

TUBAN

NIHIL: Tim operasi sidak pasar Pemkab Tuban saat menggelar razia pada salah satu lapak di Pasar Baru Tuban, Rabu (10/06/2015) pagi.

NIHIL: Tim operasi sidak pasar Pemkab Tuban saat menggelar razia pada salah satu lapak di Pasar Baru Tuban, Rabu (10/06/2015) pagi.

seputartuban.com-Jelang momen ramadhan tahun ini, gejolak pasar tak hanya diguncang kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok, namun juga digoyang penemuan bahan makanan palsu atau berbahaya yang kian marak.

Setelah sebelumnya masyarakat resah soal beras yang diduga berbahan kimia beracun dan plastik, sekarang mencuat peredaran merica yang dibuat dari semen putih dan tepung.

Menanggapi isu merica sintesa tersebut Pemkab Tuban langsung menggelar operasi pasar. Selain memantau regulasi harga sembako seiring datangnya bulan puasa, fokus operasi pasar adalah merazia isu peredaran merica palsu.

Sayangnya, operasi itu memunculkan reaksi sinis dari sejumlah pedagang di Pasar Baru Tuban. Para pedagang justeru menganggap operasi pasar yang dilakukan Pemkab Tuban sangat terlambat alias sudah basi. Ketika ditanya apa yang didapat dari tim operasi pasar bentukan Pemkab Tuban itu, seorang pedagang hanya senyum kecut.

“Lha wong isu peredaran itu sudah marak beberapa lalu kok sidaknya baru sekarang. Namanya saja isu, Mas, mereka (tim operasi pasar) ya pulang bawa isu lah,” kata seorang pedagang sayuran yang membuka lapak di los Pasar Baru Tuban, Kamis (11/06/2015) pagi.

Pedagang bernama Sri Sutiyah ini, menuturkan peredaran merica palsu tersebut pernah terjadi pada beberapa bulan sebelumnya. Persisnya bulan berapa wanita 43 tahun ini sudah lupa.

“Antara bulan Februari Maret memang pernah ada sales yang menawarkan merica dengan harga miring,” tutur Sri yang mengaku tinggal di Kajongan, Sidomulyo, Tuban.

Dia menyebutkan, harga yang ditawarkan jauh lebih murah yakni Rp 225 ribu per kilonya. Sedangkan harga standar untuk ukuran sama Rp 325 ribu. Merica tersebut di ketahui palsu setelah ada pembeli yang mengembalikan bahan dapur yang baru dibelinya itu dengan alasan barangnya sulit dihancurkan saat diuleg.

Dikatakan, hampir tidak terlihat perbedaan mencolok karena antara merica palsu dengan asli dioplos. Namun setelah diteliti yang pasti merica asli cenderung bertekstur kasar pada permukaanya. Sedangkan merica palsu lebih halus dan warnanya cerah serta baunya tidak cukup kuat.

Tapi fakta lain, merica palsu yang beredar bentuknya menyerupai aslinya. Semula diduga merica palsu ini dibuat dari tepung yang dicampur dengan sari merica asli.

Namun saat diteliti dan dipecahkan, buah merica tersebut terlihat sangat keras, sehingga diduga terbuat dari bahan semen putih.

“Karena tergiur dengan laba yang ditawarkan memang merica ini (palsu) sempat beredar di Pasar Baru Tuban,” ungkap sejumlah pedagang yang ditemui pada lapak lain di Pasar Baru Tuban.

Sementara Kasi Meterologi dan Perlindungan Konsumen Bidang Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Pemkab Tuban,Sunaryo, mengatakan tindakan yang di lakukan satuannya karena menanggapi keluhan dari masyarakat soal beredarnya merica palsu.

Kendati begitu dia menolak adanya anggapan sejumlah pedagang bahwa operasi pasar yang dilakukannya sangat terlambat. Karena prinsip operasi pasar khusus seperti ini dasarnya adalah aduan masyarakat.

“Dari sidak pasar yang kami lakukan pada beberapa kios di Pasar Baru Tuban tidak berhasil menemukan peredaran merica palsu. Kondisinya aman. Jadi masyarakat tak perlu resah,” tandas Suyono. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. ary berkata:

    waduh, kok semakin menjadi-jadi kemarin belum lama beras dari plastik, sekrang merica palsu dr semen, harus segera di tindak lanjuti dan semoga tidak meresahkan warga.

  2. wong edan berkata:

    di pasar singgahan harga LPG 3kg RP 21000