Published On: Rab, Mei 22nd, 2013

Kasus Tanah Gaji Akan Dilaporkan DPR RI

Share This
Tags

KEREK

hearing kasus tanah gaji

SERIUS : Komisi DPRD Tuban saat hearing di pendopo Kecamatan Kerek

seputartuban.com – Komisi A DPRD Tuban menggelar dengan pendapat (hering) di Pendopo Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Senin (20/05/2013). Tanah di Desa Gaji yang telah dibeli PT Semen Gresik (Semen Indonesia) yang dipersoalkan warga.

Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Suprianto mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan tidak hadirnya perwakilan PT. Semen Indonesia. “Kami sangat kecewaa terhadap PT. SI. Ketidak hadiran membuat keyakinan Komisi A bahwa PT. SI tidak punya i’tikat baik untuk menyelesaikan masalah ini melalui cara kekeluargaan,” katanya.

Kedatangan Komisi A ke Kecamatan Kerek untuk mengetahui kesungguhan warga untuk memperjuangkan haknya. Dan Komisi A ingin tahu perwakilan warga pemilik tanah yang menyoal status tanah yang sudah masuk peta bidang PT SI.  “Kedatangan kami juga ingin mengetahui perwakilan warga pemilik tanah yang bermasalah tersebut. Dan kami berharap warga sabar dalam proses penyelesaian kasus ini,” jelas Agung.

Dalam hearing ini, disepakati akan melakukan pertemuan serupa sebulan lagi. Diharapkan semua instansi yang terkait diantaranya BPN dan PT. SI juga turut hadir. Agar kasus tanah yang sudah 10 tahun ini dapat diselesaikan dan tidak meresahkan warga.

“Kita berharap pada pertemuan bulan depan, baik dari PT. SI dan BPN bisa hadir. Karena kita ingin mengetahui penjelasan dari keduanya terkait masalah kasus tanah ini. Apabila pertemuan bulan depan pihak PT. SI tidak hadir, kita akan mengagendakan untuk bertemu dengan Komis IV DPR RI di Jakarta,” tegasnya.

Sementara itu menurut Katua Forum Masyarakat Gaji (FMG), Abu Nasir menyampaikan, warga berharap agar kasus tanah tersebut secepatnya dapat terselesaikan. Dan hak warga dapat dikembalikan sepenuhnya.

“Kami berharap masalah ini cepat selesai, dan kami mohon bantuan dari Komisi A selaku wakil rakyat untuk membantu penyelesaian masalah ini dengan sungguh-sungguh. Dan kasus pemalsuan yang sudah kita laporkan ke Polres, kami juga belum diberitahu perkembanganya,” keluh Abu.

Kasus ini terungkap saat warga tidak dapat membuat sertifikat tanahnya. Karena tanahnya sudah masuk peta bidang PT Semen Gresik. Warga yang tidak merasa menjualnya, menelusurinya dan akhirnya mengetahui bahwa tanahnya telah dijual.

Akhirnya warga mempertanyakan ke Kepala Desa (yang menjabat saat itu). Dan mengakuinya bahwa dia tidak menjual tanah warga, namun menjual surat-suratnya (palsu). Dampaknya sang Kades dicopot dari jabatanya. Hingga saat ini masalah nasib warga sekitar PT SI  ini belum ada penyelesaiannya. (muh)

Facebook Comments

About the Author

Videos