Published On: Rab, Mar 2nd, 2016

Kasus Korupsi Desa Sawir Masuk Pengadilan Tipikor Pekan Depan

TUBAN

Kasi Intel Kejari Tuban, I Made Wendra

Kasi Intel Kejari Tuban, I Made Wendra

seputartuban.com – Kasus dugaan korupsi dana kompensasi PT Holcim Indonesia sebesar Rp. 1,3 miliar di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban memasuki babak baru. Pekan depan direncanakan kasus tersebut akan dimasukkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kasi Intel Kejari Tuban, I Made Wendra. Mengatakan tersangka Kepala Desa (Kades), NI dan perangkatnya SQ sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuban sejak Jumat (26/02/2016). “Untuk mempermudah keperluan penyidikan, kami mengupayakan agar penanganan kasus tersebut cepat selesai. Mengingat masa penyidikanya sudah menghabiskan waktu hampir setahun,” terangnya, Senin (29/02/2016) siang.

Penahanan dilakukan untuk memudahkan penyidikan salah satu diantaranya tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Sejak ditetapkan kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan sudah selama 8 Bulan. Serta ditunjuk sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Widiyanto Nugroho,  Kasi Pidsus Kajari Tuban.  “Target kami untuk melimpahkan tersangka ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) wilayah Surabaya pada awal bulan Maret ini. Karena berkas atas kasus tersangka menjelang final,” imbuh Made.

Barang bukti yang sudah diamankan Kejari Tuban adalah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berjumlah 48 unit. Temuan kerugian Rp. 1,3 miliar dari total kompensasi Rp. 1,5 miliar. Ditambah sisa uang yang dipegang tersangka sebesar Rp. 370 juta. Serta berbagai dokumen-dokumen penting yang terkait kasus itu.

“Ancaman pidananya sebagaimana dimaksud dalam  pasal 2, Pasal 3 undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 dengan hukuman maksimal 15 Tahun penjara. Sebgaimana perubahan atas pasal 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

Tersangka Kades dan SQ terlibat  dugaan korupsi diantaranya pembangunan pengerjaan Gedung Polindes dan pembangunan tapal batas desa fiktif. Sedankan pelaporan pekerjaan sudah selesai dilaksanakan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author