Published On: Sab, Agu 27th, 2016

Kasus Kekerasan Dengan Korban dan Pelaku Anak Meningkat

TUBAN

seputartuban.com – Kekerasan dengan korban maupun pelaku anak-anak di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan banyak faktor. Diantaranya kurangya kontrol orang tua terhadap anaknya maupun peran masyarakat yang tidak peduli. Hal itu diungkapkan penasehat Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Nunuk Fauziyah, kemarin.

Borgol-2“Dari kasus yang ada di Kabupaten Tuban, baik kekerasan fisik dan kekerasan seksual pada anak, maupun anak anak yang terlibat sebagai pelaku. Kebanyakan kasus ini terjadi setelah anak ditinggalkan orang tua dan dititipkan ke saudara atau tetangga,” terangnya.

Menurutnya, selain ditemukan pelaku tindak kekerasan serta pelecehan anak, bahkan pelaku juga masih dibawah umur. Dengan latarbelakang karena menyaksikan adegan dewasa melalui telepon genggam yang dibelikan oleh orang tuanya.

Setelah mengakses tayangan, gambar, dan game berkonten porno tersebut cenderung memicu pola pikirnya negatif. Sehingga mereka tidak dapat mengontrol dan berkeinginan untuk praktek dalam kehidupanya. “Jadi percuma kalau mereka disekolah dilarang membawa dan menggunakan HP tapi dirumah nereka masih bebas. Berarti fungsi kontrol orang tua dan lingkungan yang perlu dipertanyakan,” lanjut Nunuk.

Sedangkan peran keluarga serta masyarakat. keduanya masih acuh untuk memaksimalkan peranya masing-masing. Meskipun mengetahui tindakan yang dilakukan anak anak tersebut keliru tidak ditegur atau diarahkan. Sehingga masyarakat luas untuk turut serta aktif mencegah tindak kekerasan dan pelecehan yang melibatkan anak-anak sebagai korban maupun sebagai pelaku.

Hal itu sebagai upaya menyelamatkan masa depan mereka sekaligus masa depan bangsa. “Karena itu kami mengajak semuanya untuk mengantisipasi ini mulai dari lingkungan kita masing-masing dengan melibatkan peran pemerintah,” tambahnya.

Data dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tuban, selama 3 tahun terakhir telah menerima 69 laporan atas kasus kekerasan terhadap anak. Rincianya, sebanyak 22 kasus diterimanya selama tahun 2014. 28 kasus diterima selama tahun 2015 dan19 kasus diterimanya selama bulan Januari hingga Juni tahun 2016.

Sedangkan perkara yang sudah diputus Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Tuban, selama 3 tahun sudah memutus sebanyak 26 perkara. Rincianya, 9 perkara sudah diputus di tahun 2014 dengan kasus pencurian 8 perkara, perlindungan anak (persetubuha, pencabulan) 4 perkara, pemilikan benda tajam (premanisme) 1 perkara. Tahun 2015, sebanyak 6 perkara sudah diputus dengan rincian kasus perlindungan anak 3 perkara, lain-lain (pengeroyokan) 2 perkara, serta kasus pembunuhan 1 perkara.

Kemudian pada tahun 2016, terhitung sejan Januari hingga Juni UPPA Polres Tuban telah menyelesaikan 8 perkara kasus pencurian yang melibatkan anak-anak. 4 perkara perlindungan anak, serta 1 perkara kepemilikan benda tajam. “Pengenaan sanksinya dengan mempertimbangan faktor umur, faktor kesalahan yang dilakukan, alasan tindak pidananya. Hingga saran untuk melakukan upaya damai (Diversi) sehingga tidak perlu dilakukan penahanan,” pungkas Humas Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Tuban, Donovan Akbar Kusumo Buwono. Kamis (25/2016) siang.

Diketahui, baik korban maupun pelaku kekerasan terhadap anak mengalami trauma mendalam pasca mengalami kejadian pidana. Maka peran seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan untuk turut terlibat dalam pantuan perilaku serta tindakan yang dilakukan anak-anak. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author