Published On: Sen, Apr 21st, 2014

Kasus Fashion Show Fiktif Jalan di Tempat

WASPADA: Penjahat selalu mencari ruang di sekelillng ruang kehidupan yang kosong

WASPADA: Penjahat selalu mencari ruang di sekelillng ruang kehidupan yang kosong

TUBAN

seputartuban.com- Kasus penipuan berkedok fashion show fiktif dengan korban puluhan pelajar tampaknya menjadi pekerjaan rumah (PR) aparat reskrim Polres Tuban.

Buktinya sampai saat ini kasus tersebut masih mandek sebatas hasil laporan beberapa orang tua korban.

Sebanyak 34 siswa asal dari SDN Sendangharjo, Madrasah MTs Negeri dan SMK Pelayaran Kristen Tuban menjadi korban penipuan event organizer (EO) fashion show abal-abal ini.

Buntutnya, acara yang digadang-gadang sebagai ajang memperingati hari Kartini ini berakhir tragis.

Ini setelah terduga pelaku berinisal BW asal Surabaya itu berhasil membawa kabur barang berharga milik korban seperti perhiasan, handphone dan sepeda motor, Kamis (17/04/2014) lalu.

Terkait penanganan penipuan ini Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP) Wahyu Hidayat mengatakan bahwa kasus terus berjalan. Langkah yang dilakukannya dengan melakukan pengejaran pada alamat terduga pelaku sesuai laporan korban.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan polres jajaran, se- Polda Jatim untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Hal ini dilakukan untuk mengungkap siapa dalang dibaliknya. Selain itu agar kejadian serupa tidak terulang di kota lainnya. “Kita terus akan melakukan pengejaran, ” ujar Wahu.

Sayangnya polisi belum berhasil merinci berapa besar kerugian yang diderita korba.

Polisi beralasan karena kasusnya masih dalam penyelidikan. “Kita masih harus dalami dulu, ” ungkapnya.

Namun setelah didesak dia baru menyatakan kerugian untuk sementara ditaksir lebih dari Rp 20 juta lebih.

Kasus ini sndiri mencuat dari hasil lapran orang tua korban. Disebutkan, awalnya BW mendatangi ketiga sekolah itu untuk merekrut para peserta fashion show dalam rangka memperingati Hari kartini.

Untuk meyakinkan bahwa acara itu benar-benar ada BW dan komplotannya membawa poster lomba dan undangan tertanggal 21 April 2014. Kemudian memperoleh peserta dari pelajar laki-laki dan perempuan sebanyak 34 peserta.

Sebelum pelaksanaan berlangsung, BW menghubungi semua peserta untuk berkumpul di sebuah salon rias di kawasan Kecamatan Latsari, Tuban untuk dilalakukan sesi latihan dan pemotretan.

D itengah prosesi tersebut, BW mengumpulkan seluruh perhiasan dan ponsel peserta. BW berdalih semua peserta akan diberi perhiasan mainan yang lebih besar.

Selain itu, BW yang mengaku dari Java Organizer beralamat di kawasan Dupak, Surabaya itu meminjam sepeda motor Yamaha Mio milik salah satu korban. Namun setelah ditunggu, BW tidak menampakkan batang hidungnya.

Penipuan terbongkar setelah salah satu orang tua korban mendatangi hotel tempat peserta melakukan pemotretan usai dirias. HANAFI.

Facebook Comments

About the Author