Published On: Sen, Mei 11th, 2015

Kasek Gagal Sertifikasi Guru Akan Dicabut

TUBAN

illustrasi: GOOGLE IMAGE

illustrasi: GOOGLE IMAGE

seputartuban.com-Ancaman serius dialamatkan kepada kepala sekolah (kasek) tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Tuban yang terbukti tidak becus mengelola manajemen lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

Sanksi bagi kasek tidak becus bukan hanya sekolahnya yang dimerger tapi juga dicopot dari jabatannya. Selanjutnya akan distafkan atau istilah populernya “dikotak” alias non job.
Selain itu, guru-guru di sekolah tersebut akan diusulkan tunjangan sertifikasinya dicabut.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdipora) Kabupaten Tuban, menyebut salah satu indikasi paling menonjol yang dijadikan parameter kasek gagal mengelola manajemen sekolah adalah merosotnya jumlah murid secara masif.

“Minimnya siswa ini disebabkan karena lemahnya manajemen kepala sekolah dan mutu pendidikan itu sendiri. Kita akan segera evaluasi kinerja mereka (kasek-red),” kata Kabid TK/SD Disdikpora Tuban, Sutarno, Senin (11/05/2015) siang.

Menurut dia, dari hasil kajian yang dilakukan Disdikpora Tuban terus berkurangnya siswa di SD ada beragam penyebab. Mulai kurangnya manajemen pengelolaan sekolah, kurang melibatkan masyarakat serta kurang memasayarakatnya guru dengan warga setempat.

“Fakta di lapangan kebanyakan guru-guru yang ada di sekolah itu warga dari luar desa dan bahkan luar kabupaten. Otomatis mereka (guru-red) tidak punya waktu untuk bersosialiasi dengan masyarakat di mana dia mengajar,” papar Sutarno.

Sedangkan penyebab lain adalah alamiah. Peluang terancam berkurangnya siswa SD itu disebabkan karena di desa itu ada sekolah swasta yang memiliki manajemen lebih bagus dan gurunya berasal dari desa setempat.

“Nanti akan kita berikan warning bagi sekolah yang siswanya minim. Sebab akan berpengaruh terhadap guru yang sudah mendapatkan tunjangan profesi. Selain sekolah itu dimarger, juga akan berakibat terhadap para guru yang sudah mendapat tunjangan profesi dicabut,” ungkap Sutarno.

Dikatakan, sesuai ketentuan Badan Akreditasi Nasional (BAN) disebutkan sebuah SDN harus memiliki siswa minimal 120 siswa, atau setiap kelasnya minimal 20 siswa. Bila hal itu tidak tercapai maka sekolah tersebut terancam dimerger atau digabungkan.

Hanya saja, merger sekolah itu tetap akan mempertimbangkan beberapa hal. Hal ini tidak berlaku untuk sekolah yang letaknya jauh dengan sekolah lainnya atau berada di daerah terpencil. Di satu desa misalnya, hanya ada satu sekolah meskipun siswanya sedikit juga menjadi pertimbangan untuk tidak dimerger.

“Saat ini kita masih melakukan pengkajian terhadap sekolah-sekolah dan menunggu laporan dari setiap UPTD yang ada,” tegas Sutarno.

Sementara berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik) Di Kabupaten Tuban terdapat sebanyak 637 SDN yang tersebar di 20 kecamatan. Tapi yang masih aktif tinggal 584 sekolah. Sedangkan 53 sekolah sudah dimerger. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author