Published On: Jum, Mei 4th, 2012

Karena Hobi, Kakek 61 Tahun Bersepeda Dari Malaysia Hingga Bali

Share This
Tags

Penulis : Hanafi

TUBAN

seputartuban.com – Usianya boleh saja sudah renta,  namun semangatnya tetap membara. Ramli (61) bin Yusuf warga Jl. Disemewa 1, Taman Disemewa, 430 Simenih, Selangor, Malaysia, melakukan perjalanan dari kampungnya menuju Bali dengan mengayuh sepeda angin.

Dan pada Jum’at (04/05/2012) tiba di Pondok milik Ustad Munir, Kelurahan Latsari Gg 5, Kecamatan Tuban. usia sholat Jum’at saat ditemui seputartuban.com Ramli mulai menceritakan tentang dirinya dan perjalananya menuju Bali.

Petualangan kakek pensiunan guru sejarah tahun 2007, di Sekolah Menengan Sri Sepang, Selangor Malaysia ini mengawali perjalanan demi hobinya ini dari rumah pada hari Kamis (29/03/2012) lalu. Sekitar pukul 04.00 waktu setempat dengan ditemani anak sulungnya bernama Ilow (25), hingga sampai Tanjung Balai Asahan, Selangor, Malaysia.

Kakek yang memiliki tiga anak ini mulai menghentikan kayuhan sepeda saat memasuki laut Indonesia. Dengan perjalanan naik Verry hampir 4 jam sampailah kakek yang berjenggot putih itu ke Parapat. Kemudian kembali mengayuh sepeda sport Simanonya hingga ke Kab. Lubuklinggau, Sumatra Barat, sembari menghitung ayunan pedal sampailah di Padang Sumatra Barat.

Sampailah perjalanan hingga ke Pelabuhan Bakahuni, Dan melanjutkan perjalanan dengan naik kapal penyeberangan sampai 2 jam sampai di Pelabuhan Merak. Dan melanjutkan perjalanan dengan sepedanya menuju Balaraja, Jakarta, Cikampek, Bandung, Cirebon, Tegal, Semarang, Rembang, dan Tuban.

Dengan berbekal uang dalam bentuk e-banking, oli rantai, 3 kaos oblong, 1 jaket, Pompa, Ban cadangan, Kunci pas, dan Obat obatan. Dan dalam perjalananya selama sekitar 35 hari lalu dirinya hanya mengayuh sepedanya saat pagi dan sore hari dengan kecepatan sekitar 10 hingga 20 Km/Jam.

Banyak hal mengesankan yang dialami suami Sholeha Latta (61) ini.  Saat melintas di perbatasan Serang, Banten, Jawa Barat dirinya sempat tertabrak sepeda motor dan akibatnya harus menderita paha kananya lebam, “Mati dimanapun boleh, dimana kita mati, disitu kita ditanam (dikubur),” ujarnya dengan nada mantab.

Selain itu, hal lain yang paling mengesankan adalah bahwa masyarakat Indonesia orangnya ramah, sebagian besar muslim dan tidak seperti yang diberitakan melalui TV. Yakni musuh bebuyutan dengan malaysia.

“Warga indonesia ternyata tidak seperti yang diberitakan ditelevisi seakan-akan musuh bebuyutan, ternyata ramah. muslimnya dominan. Dan di Tuban ini saya baru ketemu 3 orang termasuk anda (wartawan),” ungkap Ramli dengan bahasa Malaysia.

Hingga saat diwawancarai belum pernah sekalipun Ramli mengganti ban sepedanya ataupun kempes. Direncakan Kakek penghobi sepeda ini akan sampai di Bali pada 12 hari mendatang. Kemudian akan keliling bali selama 2 hari baru pulang ke kampung halamanya dengan naik pesawat. Dan sebelumnya juga pernah melakukan perjalanan berkeliling di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura,” semua karena hanya hobi saja,” tegasnya.

Foto : Ramli (61) bin Yusuf warga Jl. Disemewa 1, Taman Disemewa, 430 Simenih, Selangor, Malaysia saat Pondok milik Ustad Munir, Kelurahan Latsari Gg 5, Kecamatan Tuban

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos