Published On: Kam, Sep 4th, 2014

Kapolsek Parengan Rajin Sapa Warga Via Radio FM

TUBAN

AKRAB DAN HANGAT: Kapolsek Parengan AKP Ahmad Kusrin saat menggelar dialog interaktif dari ruang studio stasion radio kumnitas setempat.

AKRAB DAN HANGAT: Kapolsek Parengan AKP Ahmad Kusrin saat menggelar dialog interaktif dari ruang studio stasion radio kumnitas setempat.

seputartuban.com-Keberadaan radio sebagai salah satu media komunikasi massa tak bisa dipungkiri seperti tak pernah lekang dimakan zaman. Hingga kini posisinya tetap eksis dan kamin akrab dengan masyarakat.

Terlebih, gaya penyajiannya yang gaul, radio tetap dibutuhkan dan tetap menjadi teratas berdampingan dengan media internet, koran maupun televisi. Apalagi, kini radio bisa dinikamti melalui ponsel dan smartphone, tidak melulu menggunakan pesawat organik seperti pada masa lalu.

DAn, filosofi dasar komunikasi radio untuk semua itulah yang kemudian mengilhami Kapolsek Parengan AKP Ahmad Kusrin, digunakan sebagai media bertegur sapa dengan warga sembari menyelipkan pesan-pesan kamtibmas.

Hasilnya, upaya perwira menengah ini disambut cukup antusias warga. Terbukti, acara yang rutin mengudara saban Jumat mulai pukul 10.00-11.00 WIB di salah satu radio komunitas kawula muda yang berada di kanal FM ini, menjadi dialog yang hangat dan akrab meski hanya melalui sambungan telepon.

“Tema fokusnya imbauan kamtibmas serta dinamika kehidupan sehari-hari,” terang Kusrin kepada seputartuban.com, Kamis (04/09/2014) petang.

Menurut Kusrin, dipilihnya radio sebagai media komuniksi dengan warga karena audiensnya mencakup orang-orang dari berbagai jenis pekerjaan, usia, budaya, tempat, dan kondisi sosial ekonomi yang berbeda. Perhatian mereka terfokus pada hal yang sama yaitu berita atau acara yang disajikan. Karena itu ia bersifat publik dan heterogen. Isinya terbuka bagi semua orang.

Sama seperti media komunikasi massa lainnya, sambung dia, radio memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai alat penerangan, pendidikan, mempengaruhi massa, dan hiburan. Berkaitan dengan fungsi hiburan, radio tampil memenuhi kebutuhan afektif, estetis seperti emosi dan pengalaman estetis massa.

“Kepenatan dan kelelahan pun bisa hilang dengan mendengar acara-acara hiburan yang disiarkan oleh suatu stasiun radio. Hal tersebut lebih menekankan fungsi radio masa kini,” papar Kusrin yang kini makin populer di masyarakat tak hanya sebagai, namun juga sebagai teman berdiskusi dan ngobrol gayeng. MUHAIMIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos