Published On: Rab, Jul 1st, 2015

Kapolres Tuban: Polisi Itu “Konco Plek” Masyarakat

SOKO

SAHABAT SEJATI: Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan saat memberikan tausiyah dalam acara bukber yang digelar di Mapolsek Soko, Rabu (01/07/2015) petang.

SAHABAT SEJATI: Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan saat memberikan tausiyah dalam acara bukber yang digelar di Mapolsek Soko, Rabu (01/07/2015) petang.

seputartuban.com-Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan menyatakan paradigma baru yang terus dikembangkan Polri saat ini berorientasi kepada pemecahan masalah-masalah masyarakat.

Yakni pendekatan berbasis pada potensi sumber daya lokal serta kedekatan dengan masyarakat yang lebih humanis.

Untuk itu dia memerintahkan kepada seluruh jajaran Polres Tuban menjadi polisi yang humanis.  Seluruh petugas kepolisian wajib memberi contoh kepatuhan terhadap peraturan. Mereka wajib pula selalu bersikap bersahabat dan siap membantu problem masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan di depan warga dan tokoh masyarakat saat mengikuti silaturahmi yang dikemas dalam acara buka bersama (bukber) di Mapolsek Soko, Rabu (01/07/2015) petang.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada mayarakat Kecamatan Soko yang dapat bersinergi dengan baik, meski sering bergejolak dengan wilayah industri sebelah. Untuk itu kami berjanji, pola-pola seperti ini akan terus kami perjuangkan dan kami terapkan sehingga harmonisasi tetap terselenggara dengan baik. Polisi harus siap pasang badan untuk masyarakat,” ungkap Guruh dalam silaturahmi bukber yang dihadiri ulama dan kiai dari jajaran pengurus MWC NU setempat, Muspika Soko, para kepala desa, tokoh masyarakat, yatim piatu serta kawula muda ini.

Menurut dia, dengan adanya interaksi yang terus menerus masyarakat akan merasakan bahwa polisi benar-benar sebagai sahabat sejatinya. Polisi benar-benar dianggap sebagai sahabat sejati masyarakat, yang dalam bahasa populer di Tuban disebut “konco plek”.

Pada akhirnya, perilaku humanis yang diterapkan jajaran kepolisian membuat masyarakat cenderung mematuhi perintah seorang anggota polisi.

Jadi, hadirnya polisi sipil yang humanis memang merupakan tuntutan zaman, jika aparat kepolisian tidak mau tertinggal dan tergilas zaman. Sebab polisi sipil yang humanis adalah salah satu dari cita-cita paradigma baru Polri

“Dengan adanya interaksi yang terus menerus itu polisi lebih bisa mengutamakan pencegahan kriminalitas. Dengan adanya interaksi yang terus menerus pula polisi lebih bisa berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya,” kata mantan Kapolres Donggala ini seraya mengimbuhkan tugas utama aparat kepolisian tidak hanya untuk melawan kejahatan, lebih dari itu harus mampu mencari dan melenyapkan sumber kejahatan tersebut.

Bagaimana polisi humanis bisa lahir? Tidak ada cara lain selain jajaran kepolisian harus terus menerus hadir, hidup, dan merasakan denyut nadi kehidupan masyarakatnya.

Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut polisi makin bisa bersama-sama dengan masyarakat mencari jalan keluar atau menyelesaikan masalah sosial.

“Terutama masalah keamanan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut polisi akan bisa senantiasa berupaya untuk mengurangi rasa ketakutan masyarakat terhadap akan adanya gangguan kriminalitas. Untuk itu seluruh jajaran Polres Tuban harus lebih humanis,” tandas Guruh. ARIF AHMAD AKBAR 

Facebook Comments

About the Author