Published On: Rab, Des 23rd, 2015

Kapolres Tuban Larang Anggotanya Cuti Natal dan Tahun Baru

TUBAN

Giat Ekstra : Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan saat memimpin Rakor Ops Lilin Semeru 2015 di Aula Serbaguna Mapolres Tuban, Selasa (22/12/2015)

Giat Ekstra : Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan saat memimpin Rakor Ops Lilin Semeru 2015 di Aula Serbaguna Mapolres Tuban, Selasa (22/12/2015)

seputartuban.com – Sebagai wujud kesiapsiagaan dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan saat rapat koordinasi Operasi Lilin Semeru 2015 di Aula Serbaguna Polres Tuban, Selasa (22/12/2015) pagi.

Perintah Kapolres Tuban itu sebagai upaya untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat saat perayaan tahun baru dan tahun baru. Salah satunya dengan kesiapsiagaan petugas pengamanan. Saat masyarakat menikmati liburan atau perayaan, justru petugas bekerja lebih ekstra.

“Amanat dari pak Kapolres, menindak lanjuti surat telegram dari Polda Jatim bahwa seluruh anggota baik dari jajaran Polres Tuban sampai dengan jajaran seluruh Polsek seluruhnya tidak diperkenankan untuk ambil cuti,” kata Kasubbag Humas Polres Tuban AKP Elis Suendayati.

Petugas harus bekerja lebih ekstra mengantisipasi segala potensi gangguan kriminalitas dan ketertiban masyarakat. Selain itu larangan cuti agar pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2015 agar lebih maksimal karena personil sepenuhnya siaga.

326 personil akan disiagakan selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2015. Pengamanan juga lebih difokuskan ke seluruh tempat peribadatan serta tempat umum yang dipakai masyarakat berkumpul.

“Itu akan dimaksimalkan dengan melibatkan anggota jajaran Polres, Polsek, Brimob, dan Gegana atau Jibom. selain itu titik ketat lainya difokuskan pada pengaturan lalulintas diberbagai titik yang dianggap rawanan,” imbuhnya.

Koordinasi lintas tokoh agama dan masyarakat juga dimaksimalkan. Agar turut serta memberikan pemahaman serta membantu mewujudkan situasi yang aman. Untuk pengamanan gereja juga akan melibatkan pemuda gereja agar lebih maksimal.

“Selain itu, bentuk pengamananya akan dilakukan dengan melakukan penyisiran ke berbagai tempat peribadatan untuk mendeteksi keberadaan barang-barang yang diduga berbahaya dan membahayakan,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author