Published On: Rab, Sep 18th, 2019

Kapolres dan Dandim Tuban Resmi Jadi Pendekar Kehormatan

seputartuban.com, MERAKURAK – Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT) Cabang Tuban, Pusat Madiun, menggelar acara Tasyakuran dan Pengesahan warga Baru 2019, di gedung Graha Sandiya, Selasa malam (17/9/2019). Dalam kesempatan itu juga dilakukan pengukuhan warga kehormatan oleh Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko H.W.

Foto bersama usai pengukuhan : Dari Kiri – Kapolres Tuban, Ketua PSHT Cabang Tuban, Ketua PSHT Pusat Madiun, Dandim 0811 Tuban.

Jumlah 1476 calon warga PSHT disahkan menjadi warga. Yang dibagi dalam 2 kali pengesahan. Yakn tanggal 17 dan 20 September 2019. Pengesahan pertama diikuti 770 calon warga dan kedua sebanyak 705 calon warga.

Dalam sambutannya, Ketua PSHT Cabang Tuban, Lamidi, menyampaikan dalam tasyakuran dan pengesahan warga baru juga mengukuhkan Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono dan Dandim 0811, Letkol Inf.Viliala Romadhon menjadi warga kehormatan. “Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolres Tuban Dan Dandim 0811, karena sudah berkenan untuk dikukuhkan menjadi anggota kehormatan,” ujar Lamidi.

Penguhuhan tersebut, ditandai dengan pemakaian baju PSHT dan peci, yang berlambangkan bunga terate dan hati bersinar. Yang disematkan oleh Ketua Umum PSHT Pusat Madiun. Serta diserahkan plakat dan surat keputusan.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, mengatakan pengangkatan dirinya menjadi anggota kehormatan menjadi semangat baru. “Saya merasa bangga bisa dikukuhkan menjadi warga kehormatan PSHT Cabang Tuban. Dan tentunya untuk menjadi warga kehormatan bukan hal yang mudah. Tapi tentunya harus melewati regulasi yang ada. Bukan hanya diangkat menjadi anggota kehormatan saja,Tapi saya akan mengikuti latihan dan akan menjadi warga PSHT Tulen,” serunya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko H.W. dalam sambutannha menyampaikan selamat kepada Kapolres Tuban dan Dandim 0811 Tuban, atas dikukuhkan menjadi warga kehormatan.Tak hanya itu, Moerdjoko menegaskan, meskipun sudah diangkat menjadi warga kehormatan, Kapolres maupun Dandim harus tetap bersikap netral. Untuk menjalankan tugasnya sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Dari pihak kepolisian juga harus tetap Bersikap Netral, dan tetap menjalankan aturan hukum yang ada di Indonesia. Saya minta kepolisian tetap tegas dalam menegakkan aturan hukum sesuai yang ada di indonesia. Jika memang ada anggota PSHT yang melanggar aturan hukum juga harus di berikan sangsi,” tegasnya.

Sebagai warga PSHT harus memiliki aturan ikut serta menjaga nama baik organisasi maupun bangsa dan negara Indonesia. Karena hal itu adalah merupakan ajaran dari leluhur PSHT. “Adik-adikku semua harus bisa menjaga nama baik PSHT, dan juga menjaga harkat dan martabat PSHT Di cabang Tuban dan di Indonesia,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini juga diungkap soal Hak Paten dan lisensi hak paten serta kuasa hak paten telah diturunkan. Seluruh warga dihimbau agar turut mengamankannya agar tidak dipakai oleh orang lain untuk disalahgunakan. Karena melalui Ketua Cabang, pelaku dapat dipidanakan. Selain itu juga disampaikan PSHT saat ini sudah berkembang di seluruh provinsi di Indonesia dan memiliki cabang khusus di luar negeri yang jumlahnya tidak sedikit. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos