Published On: Kam, Apr 19th, 2018

Kapolda Jatim, Kendaraan Besar Harus Lewat Deandels

seputartuban.com, WIDANG – Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, Rabu (18/4/2018) meninjau kondisi jembatan Cincin Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban dengan Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Dalam kunjungan itu, Kapolda Jatim melihat langsung kondisi jembatan yang ambrol. Serta berbincang dengam sejumlah pejabat terkait, untuk mengetahui informasi terkait hal-hal yang berhubungan dengan kejadian ambruknya jembatan poros utama jalur nasional tersebut.

Saat diwawancarai wartawan, untuk proses evakuasi kendaraan yang terperosok di sungai sudah dilakukan koordinasi sinergis dengan para pihak terkait. Agar proses evakuasi dapat dilaksanakan dengan tepat dan cepat.
“Tadi malam (selasa 17/4/2018 malam) kita mencoba untuk dilakukan evakuasi tapi ternyata jembatan goyang sehingga proses evakuasi dihentikan,” ungkapnya.

Kendala yang dihadapi adalah beban truk cukup berat, ditambah dengan muatan pasir yang basah menambah kesulitan proses evakuasi. Belum lagi medan di Sungai Bengawan Solo menjadi tambahan tantangan.

“Pasir harus dikosongi, yang paling atas yang ada muatan dari semen itu harus dikurangi semua. Dan  kemudian dihitung oleh ahlinya yang bisa mengevakuasi itu,” sambungnya.

Sebagai solusi arus lalu lintas agar tidak terganggu, untuk sementara akan dibangun jembatan bailey. Yakni jembatan terbuat dari rangka baja. Yang proses pembangunannya tidak butuh waktu lama. Diperkirakan hanya membutuhkan waktu 1 bulan.

Karena kekuatan jembatan tersebut tidak seperti jembatan sebelumnya, maka truk bertonase besar harus melintas melalui jalur deandels. Atau jalan yang melintas Di sepanjang pantai utara, dari Tuban hingga Lamongan.

“Jembatan ini adalah barang tua perlu di kontrol dan di benahi semua. Karena jembatan ini dibuat pada tahun 1983 dan yang sebelahnya pada tahun 1998,” pungkasnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author