Published On: Jum, Apr 27th, 2018

Kapolda Jatim Apresiasi Polres Tuban Grebek Arak

seputartuban.com, SEMANDING – Seperti yang diberitakan belum lama ini, jajaran Polres Tuban berhasil menggrebek produsen araj di kawasan Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Senin (22/4/2018). Usai digrebek, Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono dan Bupati Tuban, Fathul Huda juga meninjau lomasi penggrebekan.

APRESIASI : Kapolda Jatim didampingi Kapolres Tuban, Bupati Tuban dan Dandim 0811 Tuban saat jumpa pers di lokasi penggrebekan arak

Apresiasi juga datang dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs Machfud Arifin. Kamis (26/4/2018) mengunjungi lokasi penggrebekan didampingi Kapolres Tuban, Bupati Tuban dan Dandim 0811 Tuban.

Kapolda Jatim, mengatakan pihaknya sudah melakukan operasi tumpas Narkoba. Yang didalamnya juga menumpas peredaran minuman keras (Miras). Polres Tuban termasuk diantara jajaran Polda Jatim yang mendapatkan hasil cukup banyak. “Saya apresiasi kepada Polres Tuban termasuk hari ini kita lihat bersama cukup banyak hasilnya,” katanya.

Orang nomor satu di Polda Jatim itu juga prihatin adanya produsen arak yang beroperasi di Tuban. Karena selain pengelolaan tidak higienis dengan memiliki kadar alkohol 40%. Belum lagi kalau ditambahi zat kimia tertentu bisa mencapai kadar alkohol 70%. Selain itu pengelolaan juga dilakukan dengan tidak jelas.

“Tuban termasuk¬† daerah produsen minuman arak, termasuk yang kategori banyak disini karena arak atau oplosan adalah minuman yang sangat berbahaya. Saya berharap Tuban ini tidak menjadi produsen arak, tetapi produsen yang lain yang baik. Karena Tuban adalah kota santri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Tuban, Fathul Huda dalam sambutan pisah sambut Kapolres Tuban di Pendopo Kridho Manunggal Pemkab Tuban, Selasa (24/4/2018) malam mengatakan penindakan yang dilakukan diharapkan secara serius. Karena dia pernah memiliki pengelaman kurang baik.

Yakni dia bersama pimpinan daerah yang lain mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP) penggrebekan Arak. Difoto dan diwawancarai wartawan, namun pelakunya masih bisa bebas berkeliaran.

“Dengan Forkopimda komplit dan difoto wartawan, sampai sekarang sudah 1,5 tahun orangnya masih bebas berjalan leluasa. Makanya saya berpesan jangan seperti yang lalu saya malu,” katanya.

Bahkan pelaku yang sama kasusnya belum selesai tapi sudah produksi lagi.” Yang urusan pertama belum selesai, urusan kedua belum selesai sudah produksi lagi. Saya dengar terakhir yang masuk penjara adalah pegawai yang dikorbankan, naudzubillahi min dzalik,” tegasnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author