Published On: Sel, Mar 3rd, 2015

Kadung Klepek-klepek, Diobrak di Tuban Lari ke Bojonegoro

Masih ingat Nasroh, Kepala Urusan Ekonomi dan Keuangan Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Senori? Penggawa desa yang juga merangkap ketua pelaksana kegiatan PNPM Desa Wanglu Wetan ini seakan tak hilang akal.

selingkuhseputartuban.com–Setelah jalinan cinta terlarang dengan Nurul, wanita satu dusun yang masih bestatus isteri sah Abdur Rokhim, terendus warga dan berujung pemecatan sebagai perangkat desa, Nasroh bukannya kembali ke pelukan isterinya.

Justeru cinta tak wajar Nasroh terhadap Nasroh makin sekonyong koder alias tambah membara. Seperti kata orang, Nasroh kemudian malah memilih pahitnya cinta manisnya dosa.

Sebagai orang yang terusir dari tanah kelahirannya, Nasroh kemudian membawa lari Nurul yang juga sudah termehek-mehek, ke kawasan RT 24 Desa Dander Kecamatan Dander Bojonegoro.

Tapi baru empat hari mengontak rumah di desa tepian hutan ini, pasangan haram ini kembali diobrak warga. Tak hanya itu. Obrakan tersebut juga diikuti drama arak-arakan massa sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Dander, Sabtu (28/02/2015) malam. Perangkat desa non aktif ini dituduh melarikan isteri orang.

Amin, lelaki 43 tahun warga Desa Wanglu Wetan, mengatakan pasangan haram tersebut ditangkap warga sedang berada dalam satu rumah tanpa dapat menunjukkan identitas sah pasangan suami isteri.

Dia menjelaskan, peristiwa itu sendiri bermula saat pasangan Nasroh dan Nurul mengontrak rumah Mardi RT 24 Desa Dander, Jumat (20/02/2015).

Ketika itu Nasroh mengaku sebagai perangkat desa Wanglu Wetan. Merasa janggal dengan data yang tertera dalam KTP perempuan yang dibawa Nasroh, warga mulai curiga. Untuk membuktikan kecurigaan itu, sejumlah warga kemudian melakukan cros cek ke Desa Wanglu Wetan.

Setelah memperoleh kebenaran jika keduanya pasangan haram, warga kemudian melaporkan keberadaan  Nasroh dan Nurul ke Polsek Dander.

Dari pengakuan keduanya, mereka terpaksa lari ke desa tetangga kabupaten agar bisa merajut tali asmara yang sempat tertunda karena diobrak tetangga di Desa Wanglu Wetan.

Kepada polisi, Nurul mengaku pamit kepada suaminya bekerja di luar Jawa sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Abdur Rokhim, suaminya, hooh saja lantaran dia merasa tak bisa menafkahi isterinya layaknya kehiudupan rumah tangga yang normal.

“Saya pamit mau cari kerja ke luar Jawa. Padahal sebenarnya ini cuma akal-akalan. Saya memang sudah terlanjur cinta mati kepada dia,” kata Nurul sembari melirik Nasroh yang berada di sampingnya.

Kapolsek Dander AKP Imam Hanafi membenarkan telah menggerebek Nasroh dan Nurul dibantu aparat Satpol PP dan warga setempat. Penggerebekan berlangsung mulus karena tak ada perlawanan dari Nasroh.

“Saat ini kedua pasangan di luar nikah tersebut sudah kami izinkan pulang setelah membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” kata Hanafi saat dihubungi seputartuban.com melalui ponselnya, Selasa (03/03/2015) sore.

Sementara Kepala Desa Wanglu Wetan, Helmi Hayati, menegaskan jika Nasroh sudah mengundurkan diri sebagai perangkat desa. “SK pemberhentiannya sedang dalam proses,” kata dia. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author