Published On: Sab, Jan 30th, 2016

Kades Kedungharjo Dipolisikan Warganya

TUBAN

LAPORKAN KADES : Suroso (73), warga Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang didampingi kuasa hukumnya Nur Aziz saat di Mapolres Tuban

LAPORKAN KADES : Suroso (73), warga Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang didampingi kuasa hukumnya Nur Aziz saat di Mapolres Tuban

seputartuban.com – Rabu (27/1/2016) siang, Suroso (73), warga Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, melaporkan Kades-nya ke Mapolres Tuban. Atas dugaan pemalsuan dokumen tanah miliknya.

Kades Kedungharjo, Siman Jaya dilaporkan karena dianggap telah memalsukan surat kepemilikan tanah. Saat jual beli pada 19 Mei 2008. Tanah yang tercantun dalam buku C desa Nomor 601 persil 70 Klas D.I dengan luas 1.280 meter persegi namun nyatanya tidak sama.

Dalam akte kepemilikan surat tanah asli, tanah tersebut tercatat dalam buku C desa Nomor 248 persil 68 klas D.I dengan luas 1.104 Meter persegi. “Kejanggalan data ini baru diketahui saat hendak dilakukan pembangunan gedung sekolah. Ternyata luasnya tidak sesuai hingga melibatkan Suroso (pembeli) terlibat cek cok dengan Dasiran (pemilik tanah sebelumnya),” ungkap Kuasa Hukum Suroso, Nur Aziz.

Dasar melaporkan Kades adalah pihak desa membuat 2 surat dengan nomor yang sama, namun keterangan luas tanah berbeda. Pelapor memiliki surat yang sudah dimilikinya dari pembeli tersebut dengan Nomor : 594/414.208.08/2008 tertanggal 19 Mei 2008 menerangkan tanah itu seluas 1.280 Meter persegi.

Sedangkan bukti surat yang didapatnya dari penjual menerangkan nomor yang yang dikeluarkan pihak desa tetap sama namun isi surat yang berbeda. Yakni tanah tersebut seluas 1.104 Meter persegi.

“Perkara ini baru kami laporkan dan sudah diterima pihak Unit 1 Sat Reskrim Polres Tuban, dan sudah diproses. Saudara pelapor tadi sudah dimintai keterangan,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharta menjelaskan bahwa perkara itu saat ini masih didalami penyidik. “Saat ini kami baru mengumpulkan keterangan dari pelapor,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa Kedungharjo, Simanjaya menanggapi pelaporan dirinya bahwa kasus itu sebenarnya hanya salah paham saja.“Permasalahanya berawal saat pengurusan PPAT, proses pembuatan Akta tanah. Untuk dibangun gedung madrasah. Data aslinya masih ada dan sesuai dengan apa yang tertera di Buku-C desa,” ungkapnya.

Terkait perbedaan luas lahan tersebut, Kades sebelumnya sudah menyampaikan kepada pemilik, segera dikoordinasikan dengan perangkat desa. Agar segera diperbaiki, namun yang bersangkutan tidak kunjung hadir, justru membawanya ke jalur hukum. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author