Published On: Sab, Sep 2nd, 2017

Jukir Mulai Tidak Boleh Narik Biaya Parkir

seputartuban.com, TUBAN – Terhitung sejak Jumat (1/9/2017) besok, juru parkir (Jukir) di Kabupaten Tuban tidak lagi diperbolehkan menarik biaya parkir bagi warga yang memarkir kendaraanya di tepi jalan umum. Kamis (31/8/2017) pagi, aturan tersebut disosialisasikan dihadapan seluruh camat untuk diteruskan pada masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing.

Resmi Diberlakukan : Launching program parkir berlangganan

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husein mengatakan peraturan baru ini sebagai upaya menindaklanjuti  aduan masyarakat, maraknya penarikan biaya parkir oleh Jukir yang tidak sesuai ketentuan. Serta sebagai upaya menertibkan pembayaran biaya parkir agar berlangganan yang dibebankan pada pemilik kendaraan saat membayar pajak.
“Kegiatan ini sebelumnya telah didahului beberapa kegiatan lain, diantaranya penandatanganan kesepakatan antara Dinas Perhubungan Tuban, Badan Pendapatan Provinsi  Jawa Timur dan Polres Tuban. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2017 tentang retribusi pelayanan parkir dan perbub Nomor 38 tahun 2017 sebagai peraturan pelaksanaanya pada awal bulan lalu, ” tegas Wabup.

Menurutnya, melalui Dishub Tuban, pihaknya akan memanggil 153 Jukir yang tersebar di 130 lahan parkir diwilayah kota untuk direkrutl sebagai tenaga kontrak. Mereka akan dibekali atribut sama dengan seragam yang dipakai pegawai Dishub. Tujuannya untuk menegaskan sekaligus penanda bahwa mereka benar-benar petugas resmi yang telah ditunjuk.

Para Jukir dilarang menarik biaya parkir,  jika pemilik kendaraan sudah menerima stiker, atau kartu tanda parkir dari Samsat Tuban. Setelah pemilik kendaraan melakukan pembayaran pajak kendaraan dan parkir berlanganan.

“Para Jukir nantinya akan diberikan pembinaan, ini sebagai upaya memberikan pengetahuan tentang sistim parkir yang benar. Tata cara penataan dan pelayanan parkir yang semakin baik, serta mampu memangkas tindakan nakal jukir yang berdampak pada meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir,” imbuh Kadishub Tuban, Muji Slamet secara terpisah.

Sedangkan bilamana terdapat kehilangan kendaraan dilokasi parkir, pihaknya menjamin akan bertanggungjawab dengan mengganti sesuai dengan nominal harga kendaraan yang hilang. Setelah pihak Polres Tuban menyatakan melalui surat jika hilangnya kendaraan tersebut murni akibat tindakan kriminal.

Bilamana kendaraan yang hilang masih berurusan dengan pihak lha sing atau lembaga pembiayaan, maka Dishub Tuban akan bekerjasama dengan pihak perusahaan bersangkutan untuk mengganti setelah dilakukan penyelidikan oleh petugas.

“Kalau terjadi pelanggaran segera laporkan, maka petugas akan memberikan tindakan secara langsung karena hal ini bersifat pidana.” Pungkas Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polres Tuban, Iptu M. Gananta.

Diketahui, putusan itu menindak lanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) lewat peninjauan kembali (PK) tertanggal 21 April 2010. bahwa setiap penyedia layanan parkir wajib mengganti kendaraan yang hilang dengan sejumlah uang senilai kendaraan tersebut. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author