Published On: Kam, Jan 7th, 2016

Jual Karnopen Untuk Beli Sabu Terancam 19 Tahun Dibui

TUBAN

DIBEKUK : Kasat Resnarkoba dan Kasubbag Humas Polres Tuban saat rilis pers

DIBEKUK : Kasat Resnarkoba dan Kasubbag Humas Polres Tuban saat rilis pers

seputartuban.com – Karena kecanduan sabu, harus menghalalkan segala cara agar cepat mendapatkan uang untuk membeli serbuk haram tersebut. Seperti yang dilakukan MAN (33), warga Gang III, Keluarahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, berjualan karnopen, agar dapat membeli sabu untuk dikonsumsi.

Dia ditangkap saat di rumah kos, kawasan Jalan Sunan Giri, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Senin (4/1/2016).  Petugas berhasil mengamankan 2.277 butir pil karnopen dalam kemasan siap edar. Serta sabu sisa digunakan 0,30 gram dan uang tunai Rp. 60 ribu.

Kasat Resnarkoba Polres Tuban, I Made Patera Negara pelaku telah menjadi tagert operasi sejak akhir 2015. Karena faktor teknis, dia baru dapat ditangkap. “Waktu penangkapan pertama kami tidak berhasil menemukan barang bukti sehingga tersangkanya tidak dapat kami bawa. Tersangka baru dapat kami amankan setelah pengrebekan kedua kali disalah satu rumah kos wilayah Kelurahan Latsari sekitar Pukul 20:00 WIB,” terangny, Rabu  (6/1/2016) siang.

Saat penggeledahan, awalnya petugas hanya menemukan 77 butir dalam sebuah kantong plastik yang disembunyikan di bawah tumpukan baju dalam almarinya. Pencairan diperluas diseluruh sudut ruangan. Akhirnya ditemukan 20.200 butir karnopen yang disembunyikan di kolong almari. Serta sebuah alat hisap sabu dan korek api.

“Setelah menemukan alat hisap sabu itu, petugas kami selanjutnya berhasil menemukan sebuah bungkus kemasan rokok. Dengan isi sabu seberat 0,30 gram disalah satu sudut ruang, menurut keteraanganya barang bukti itu sisa digunakan pada malam tahun baru,” lanjutnya.

Kepada petugas tersangka mengaku mendapat pasokan ribual pil daftar G itu dari teman yang baru saja dikenalnya. Setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut, pemasoknya adalah warga Kelurahan Kingking yang saat ini sudah masuk dalam target operasi berikutnya.

Sedangkan sabu yang dipakai tersangka yang sehari-hari sebagai penjual parfum itu ia membeli dari Surabaya, dengan harga Rp. 300 ribu. “Tersangka ini bisa saja dikenakan pasal berlapis. Karena selain terlibat pada peredaran obat-obatan terlarang jenis Karnopen, Tersangka juga dinyatakan positif pengguna sabu. Dibuktikan hasil uji Labolatorium yang diperoleh dari urine tersangka,” pungkasnya.

Tersangka akan dikenakan dengan Pasal 197 Subs pasal 196 undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidananya selama 15 tahun. Dan pasal 112 ayat 1 undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 4 Tahun.

Atas peristiwa ini juga menambah daftar panjang rumah kos yang dipakai praktek haram. Sebelumnya razia petugas juga sering menemukan pasangan mesum. Bahkan pernah diamankan perempuan dibawah umur dalam keadaan hamil 3 bulan bersama pasangan remajanya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author