Published On: Sel, Sep 15th, 2015

Jelang Pilkada Tuban Penambangan Liar Marak

PARENGAN

AMAN-AMAN SAJA: Salah satu aktivitas pengerukan tanah di Desa Selogabus, Kecamatan  Parengan, senin (14/09/2015) siang.

AMAN-AMAN SAJA: Salah satu aktivitas pengerukan tanah di Desa Selogabus, Kecamatan
Parengan, senin (14/09/2015) siang.

seputartuban.com-Di tengah berlangsungnya masa kampanye pasangan calon Pilkada Tuban yang sudah bergulir sejak 27 Agustus lalu, aktivitas penambgangan galian C yang diduga ilegal mulai marak lagi.

Pantauan seputartuban.com sepanjang Senin (14/09/2015), praktek dugaan penambangan liar itu dilakukan dengan terang-terangan dan menggunakan alat berat.

Salah satu kawasan yang paling masih melakukan aktivitas penambangan dengan modus pemerataan tanah terjadi di Desa
Selogabung, Kecamatan Parengan.

Setiap hari kendaraan jenis dump truk dengan leluasa mengangkut tanah galian yang akan dikirim ke sejumlah kontraktor di Kabupaten Bojonegoro dengan aman.

Lokasi penambangan itu sendiri persisnya berada di Dusun Bedek, Dusun jurangjero, Dusun Ndemek dan Dusun Njuwet yang masuk wilayah Desa Selogabus.

Protes warga pun seakan tak digubris. Meski akibat keluar masuknya kendaraan berat itu merusak jalan poros desa. Sementara debu kemarau beterbangan ke penjuru desa karena rata- rata bak dump truk tidak ditutup dengan terpal.

Soal ini, Mashudi (35) yang mengaku sebagai penanggung pekerjaan beralasan aktivitas penambangan itu bertujuan meratakan tanah yang akan disipkan untuk lahan pertanian.

“Saya hanya diamanati untuk mencatat jumlah truk saja, Mas. Katanya kawasan ini disiapkan untuk area pertanian warga,” terangnya tanpa menyebut siapa bos pengerukan tanah tersebut.

Senada juga diungkapkan Muryanto (38), sopir dump truk bernopol S 9294 HA asal Desa Kalirejo Kecamatan Bojonegoro. Dia hanya mengatakan dalam setiap harinya mampu mengangkut
tanah hingga tiga kali.

“Sekali angkut saya dapat Rp 80 ribu tapi dipotong Rp 5 ribu untuk ngemel sopir begonya,” kata dia di sela rehat siang mengangkut tanah dari lokasi.

Sementara Kepala Bagian Penindakan Satpol PP Pemkab Tuban, Daryuti, mengatakan saat ini pihaknya sedang kekurangan armada yang menyebabkan terkendala pemantauan wilayah.

“Terbatasnya armada inilah yang membatasi gerak kami untuk melaksanakan pantauan ulang ke tiap-tiap tempat yang pernah kami berikan penindakan,” tandas Daryuti. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author