Published On: Sel, Sep 25th, 2018

Jelang Haul Mbah Abdul Jabbar, Panitia Sudah Persiapkan Matang

seputartuban.com, SINGGAHAN – Tuban dikenal sebagai Bumi Wali, karena banyknya Waliyullah yang semasa hidupnya berdakwah di wilayah Kabupaten Tuban hingga wafat. Salah satunya adalah Syeikh Abdul Jabbar, di kawasan Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Atau tepat disisi air terjun Nglirip.

SIAP DIKUNJUNGI : Kondisi gapura masuk ke makam Syeikh Abdul Jabbar dicat baru

  1. Pada Muharram selalu dilaukan Haul, pada tahun ini pada Rabu-Kamis, 26-27 September 2018. Diperkirakan seperti tiap tahun, akan membuat ribuan warga dari luar daerah berdatangan. Kondisi itu harus dipersiapkan oleh pengurus dengan matang. Mulai penataan lokasi, pengamanan hingga acara.
    Ketua Pengurus Harian, Irhamni (40) menjelaskan sejumlah persiapan sudah dilakukan. Mulai dari pengecatan, penataan pedagang, keamanan maupun ketersediaan air. Perbaikan sarana dan prasarana sudah dilakukan sejak 13 september 2018. Sedangkan keamanan sudah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.
    Personil keamanan gabungan TNI, Polri, Banser dan perwakilab organisasi/perguruan Pencak Silat diterjunkan dengan jumlah 120 personil. Sedangkan untuk pedagang diarahkan agar berjualan dari salah satu sisi saja, yakni sisi kiri jalan dari arah timur. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi kemacetan. Serta pedagang dilarang membuka lapaknya di kawasan deoan makam. “Semuanya sudah dipersiapkan, semoga lancar semua,” harapnya, kemarin.

Pengurus harian makam Mbah Jabbar, Irhamni

Pengurus Harian Makam yang juga seorang guru ngaji itu menambahkan kendala yang belum teratasi adalah kemacetan jalan. Karena banyaknya peziarah tidak sebanding dengan luas badan jalan. Serta jalan raya yang berada di lokasi adalah jalan poros utama dari Tubab kota ke wilayah Tuban selatan.
Namun pihak kepolisian sudah memasang himbauan agar tanggal 26-27 September 2018 pengguna jalan menghindari kawasan Makam Mbah Jabar atau Nglirip. “Selanjutnya di jalan raya, kemacetan yang belum bisa teratasi dari tahun ke tahun,” katanya.
Diketahui, Jadwal Haul Mbah Jabbar pada Rabu 26 September 2018 atau 10 Muharram 1440 H dilaksanakan Khotmil Qur’an Bil Ghoib dan malam harinya Khotmil Qur’an Bin Nadhor. Kemudian pada Kamis 27 September 2018 pada pagi hari dilaksanakan Istighosah Kubro, Tahlil Bersama dan Tausiah dari ulama.
Mbah Jabbar dikenal merupakan keturunan kerajaan yang pergi dari kota raja. Dari tempat lahirnya hingga ke Nglirip, sudah berguru ke sejumlah ulama. Semasa hidupnya juga dikenal sebagai Waliyullah yang memiliki karomah bicaranya selalu jadi kenyataan. Hingga saat ini sebagian masyarakat masih percaya pantangan pejabat agar tidak masuk kawasan makam. Selasa (25/09/2018) sejumlah lapak pedagang mulai dibuka, serta sudah banyak peziarah yang datang. RUSWANTO

Facebook Comments

About the Author