Published On: Kam, Des 13th, 2018

Jatah Tuban Untuk Pupuk Subsidi Akan Dikurangi

seputartuban.com, TUBAN – Pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban tahun 2019 sebesar 516.312 ton. Namun diperkirakan jumlah tesebut tidak semuanya dipenuhi oleh pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji kepada seputartuban.com, Rabu (12/12/2018) mengatakan secara nasional akan ada penguranganjatah pupuk subsidi. Hal itu disebabkan karena adanya perbedaan data luas lahandari Kementrian Pertanian (Kementan) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pusat.”Tuban luasnya tidak ada masalah seandainya ada pengurangan sangat kecil sekali,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji

Diperkirakan penguragan jatah pupuk subsidi untukwilayah Kabupaten Tuban tidak banyak. Karena hasil citra satelit BPN Tuban tidak ada masalah perbedaan luas lahan dengan data RDKK. Sehingga jika terjadi pengurangan jatah, jumlahnya tidak terlalu jauh dengan jatah tahun 2018.

“Kita belum tahu pengurangannya berapa. Untuk alokasinya  akan  turun pada akhir Desember biasanya,” terangnya.

Jenis pupuk yang diajukan dalam kemasan 50 Kgyakni Pupuk Urea 80.057 Ton dengan harga Rp. 1.800 per-kg. Pupuk SP-36 sebanyak 57.434 Ton dengan harga Rp 2.000 per-kg. Kemudian Pupuk ZA 40.771 sebanyak ton dengan harga Rp 1.400 Per-kg. Pupuk NPK sebanyak 111.818 Ton dengan harga Rp. 2.300 Per-kg. Selain itu, kemasan40 Kg, Pupuk Organik 226.232  Ton dengan harga Rp. 500 Per-kg. Seluruhnya akan didistribusikan ke 231 kios resmi yang tersebar di Kabupaten Tuban.

Sebagai dasar pengajuan kebutuhan pupuk selain RDKK  dan  luas lahan juga luas tambah tanam (LTT). sedangkan kebutuhan pupuk sesuai RDKK tidak  dipenuhi semua. Karena 3 hal,  yang pertama memang rencana definitif dari petani meminta yang besar-besar kecuali pupuk organi, atau tidakseimbang. Kedua diharapkan kepada petani juga membiasakan dengan organik juga supaya bahan PO tanah semakin bagus. Ketiga, terbatasnya anggaran tidak semua kabupaten/propinsi dalam RDKK di penuhi semua, karena dana subsidi juga terbatas.

Dalam upaya antisipasi adanya penimbunan pupuk, Team  KP3 KabupatenTuban terus Melakukan operasi 3 bulan sekali. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penyelewengan pupuk yang keluar dari Tuban. “Tidak kita kirim setiap bulan terus, jadi kalau bukan musim tanam tidak kita kirim pupuk, jadi pada kemarau kemarin kita batasi. Semua yang dilakukan tadi sebagai antisipasi penimbunan pupuk,” pungkasnya. RHOFIKSUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos