Published On: Rab, Sep 10th, 2014

Jaringan Pil Koplo Bumi Wali Dicokok Polisi

TUBAN

TERSANGKA: Ketiga pengedar pil koplo yang berhasil diamankan Polres Tuban, Rabu (10/09/2014).

TERSANGKA: Ketiga pengedar pil koplo yang berhasil diamankan Polres Tuban, Rabu (10/09/2014). (foto: MUHLISHIN)

seputartuban.com-Upaya polisi memutus mata rantai jaringan pasar gelap narkoba di wilayah Kabupaten Tuban mulai membuahkan hasil. Ini setelah aparat Resnarkoba Polres Tuban mencokok tiga pelaku yang diduga bagian dari komplotan pengedar pil koplo jenis carnophen (zenith).

Ketiga pelaku yang berhasil disergap dalam sebuah operasi khusus ini adalah Hendy Heaven (19) warga Karangasem Kecamatan Jenu, Davit Yuliono (33) warga Jalan M Sudiro Kelurahan King-king RT 01 RW 06 Kecamatan Tuban, dan Choirul Rochman (27) warga Jalan Sunan Kalijogo RT 01 RW 08 Kelurahan Latsari Kecamatan Tuban.

Mereka ditangkap di tempat berbeda ketika sedang menunggu pembeli. Choirul Rochman diamankan pada saat hendak melakukan transaksi di Dusun Dasin, Desa Sugiwaras, Kecamatan Jenu, Senin (08/09/2014). Dari tangan pelaku diamankan barang bukti sebanyak 87 butir pil carnopen dan uang hasil penjualan Rp 25 ribu.

PIL KOPLO: Polisi menununjukkan barang bukti carnophen yang disita dari para pelaku.

PIL KOPLO: Polisi menununjukkan barang bukti carnophen yang disita dari para pelaku. (foto: MUHLISHIN)

Sedangkan, Davit Yuliono diamankan polisi di Jalan M Sudiro, Kelurahan King-king, Kecamatan Tuban, Selasa (02/09/2014) juga saat sedang menunggu pembeli. Dari tangan pelaku polisi  menyita 200 butir pil carnophen serta uang tunai hasil penjualan Rp 41 ribu.

Sementara Hendy Heaven dibekek di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban, Senin (08/09/2014) dengan barang bukti 52 butir pil carnophen.

Kasat Resnarkoba Polres Tuban, Iptu Budi Friyanto, menjelaskan pelaku melakukan transaksi langsung dengan pembeli tanpa melalui perantara pada sebuah tempat yang sudah ditentukan.

“Ketiganya mengaku melakukan bisnis ini sudah dua bulan,” kata Budi, Rabu (10/09/2014) siang.

Dia menjelaskan, ketiga pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, bersama barang bukti 339 butir pil carnophen dan uang hasil penjualan sebanyak Rp 66 ribu.

Para pelaku dijerat pasal 197 undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam pasal itu disebutkan,”Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)”. MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos