Published On: Jum, Mei 27th, 2016

Jangan Awali Berbuka Puasa Dengan Minuman Dingin

TUBAN

seputartuban.com – Kebiasaan meminum-minuman dingin pada saat berbuka puasa ternyata berdampak buruk bagi kesehatan, hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Syaiful Hadi.

SAIFUL HADI: Ambulan yang ada saat ini paling muda pembelian tahun 2009. Tapi kebanyakan pembelian  tahun 2005. Banyak yang sudah sering mogok saat mau dipakai.

Kepala Dinkes, Saiful Hadi

Minuman dingin yang dikonsumsi sebagai pembuka saat berbuka puasa berdampak buruk pada saluran tenggorokan dan lambung. Perut dalam kondisi kosong memiliki suhu panas yang mendadak mendapatkan cairan dingin menyebabkan kontraksi.

“Dapat mengakibatkan gangguan pada saluran tenggorokan menjadi pecah-pecah, sehingga bakteri mudah masuk dan menyerang ketahan tubuh,” ungkapnya, Kamis (26/5/2016).

Disarankan lebih baik mengawali berbuka puasa dengan meminum air hangat. Untuk menyeimbangkan kodisi panas tubuh dan perut yang kosong setelah berpuasa.  Sedangkan untuk menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa disarankan agar lebih banyak konsumsi makanan yang mengandung cukup kalori, protein, vitamin, serta antioksidan. Terdapat dalam buah-buahan berkadar air lebih dan berwarna terang.

Sedangkan makanan yang perlu dihindari selama melaksanakan puasa ialah makan yang mengandung lemak. Karena konsumsi lemak berlebih sulit dicerna tubuh dan menyebabkan gangguan lambung. “Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak, terutama saat sahur,” imbuhnya.

Sedangkan bagi masyarakat yang sering membeli produk makan olahan cepat saji (Makanan dalam kaleng) ia menyarankan agar lebih jeli saatmelakukan pembelian. Dengan mengamati tanggal kadaluarsa dan kondisi kemasan apakah sudah berkarat atau penyok.

Awal pelaksanaan Ramadahan memasuki musim anomali karena hujan masih sering mengguyur dan cepat berganti panas. Hal itu masih berpotensi timbulnya penyakit demam berdarah akibat masih terdapatnya genangan air. Masyarakat lebih menjaga kebersihan lingkunganya, agar tidak terdampak flu yang diakibantkan gangguan fungsi saluran atas hingga hepatitis yang penyebabnya gaangguan saluran cerna.

“Ini masih musim anomali, disamping itu masih sering turun hujan. Jadi bulan ini penyakit seperti demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, hingga hepatitis masih merajalela,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author