Published On: Ming, Sep 6th, 2015

Jambean, Spirit Warga Gaji Kenang Pendahulu

KEREK

SOLIDARITAS: Anak-anak Desa Gaji, Kecamatan Kerek, dengan bersemangat dan bahu membahu  agar bisa sampai ke atas, dalam ajang lomba panjat pinang yang digelar di desa setempat,  Minggu (06/09/2015).

SOLIDARITAS: Anak-anak Desa Gaji, Kecamatan Kerek, dengan bersemangat dan bahu membahu agar bisa sampai ke atas, dalam ajang lomba panjat pinang yang digelar di desa setempat,Minggu (06/09/2015).

seputartuban.com-Peringatan HUT RI ke 70 tahun ini tampak lebih marak dibanding sebelumnya. Kendati sudah memasuki bulan September tapi masih kental dengan nuansaAgustusan. Seperti halnya yang dilakukan warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Minggu (06/09/2015).

Tahun ini hampir semua sudut desa yang betebaran di Kabupaten Tuban membuat merah putih lebih menyala. Serangkaian lomba berbasis dolanan rakyat masa lalu serasa tak pernah usai.  Salah satunya adalah gelaran panjat pinang atau yang dalam istilah wong Tuban populer dengan sebutan jambean.

Salah satu lomba tradisional yang paling ditunggu warga Desa Gaji saat perayaan hari kemerdekaan seperti sekarang ini adalah panjat pinang.

Warga yang mendiami kecamatan belahan barat Kabupaten Tuban ini, berpendapat yang penting bukan hadiahnya.Jambean adalah semangat mensyukuri kemerdekaan dengan cara paling sederhana.

Ketua Panitia, Malik, menyebut ada nilai luhur dalam ajang panjat pinang seperti kerja keras, pantang menyerah serta kerja kelompok atau gotong royong,

“Terpenting adalah bagaimana menjalin kerjasama untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohonnya yang licin,” tutur dia besemangat.

Kata Malik, batangnya yang licin karena dilumuri pelumas tak cuma mengandalkan teknis saja untuk bisa sampai ke atas, di mana hadiah memggiurkan bergelantungan.

Okol (kekuatan) saja tidak cukup. Butuh kerja tim dan semangat para peserta untuk dapat menaklukkan licinnya batang pohon jambe,” tandas Malik.

Selain itu, sambung dia, setelah sukses sampai di atas maka hasilnya akan dirasakan bersama-sama dan dibagi rata, tidak ada pilih kasih.

“Kegiatan semacam ini harus selalu dilestarikan. Ini supaya para generasi muda tahu bagaimana jerih payah para pejuang merebut kemerdekaan dulu,”imbuh dia sembari menjelaskan total hadiah yang diperebutkan dalam lomba ini sebesar Rp 1,6 juga. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author