Published On: Jum, Mar 16th, 2012

“Jalan Terjal”, Mengurus Kepulangan Jenazah Sulaiman Dari Arab Saudi

Share This
Tags

Penulis : Muhaimin

MONTONG

Munti’ah (30) istri Sulaiman, bersama Labib Dani Riswandi (5) putranya saat menunjukkan foto suaminya

seputartuban.com – Sulaiman Bin Dasuki (37), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Gunung Katul, Rt 03 Rw 01, Desa Bringin, Kec. Montong, Kab. Tuban dengan nomor paspor A 05080705 yang meninggal di perumahan pekerja pembangunan, Riyadh, Arab Saudi pada 9 Januari lalu sekitar pukul 14.00 waktu setempat, hingga saat ini jasadnya masih disimpan dirumah sakit setempat.

Hasil penelusuran seputartuban.com, Kamis (15/03/2012) dirumah duka yang berada diperbukitan Kecamatan Montong ini nampak sederhana, berlantaikan tanah dan berdinding kayu. Foto-foto keluarga ini nampak dipajang diruang tamu.

Munti’ah (30) istri Sulaiman, bersama Labib Dani Riswandi (5) anaknya dan Masnuri (29) Sepupu Sulaiman, menemui wartawan dengan ramah. Dengan mata berkaca-kaca perempuan ini didampingi sepupu suaminya menceritakan peristiwa memilukan yang menerpa keluarganya.

Keberangkatan Sulaiman ke tanah suci awal mulanya ditawari oleh Shodiqin, warga Kab. Gresik dua tahun lalu untuk kerja bangunan dan kontrak selama 2 tahun. Dan alhasil selama itu keluarga selalu dikirimi uang. Dan awal tahun ini memperpanjang kontrak 2 tahun lagi.

Kondisi berbeda saat 9 Pebruari lalu, keluarga mendapatkan kabar bahwa Sulaiman meninggal dunia sekitar pukul 14.00 WIB dipenginapan tempatnya bekerja. Kabar ini membuat keluarga terpukul, Sehingga sejak saat itu mulai berpikir bagaimana cara memulangkan jenazahnya.

Usaha melapor ke Kecamatan, Dinas Tenagakerja dan Sosial Kabupaten, Perantara TKI namun mendapat tanggapan bahwa diminta menunggu tindakan dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Jakarta.

“ke Dinas tenaga kerja , katanya disuruh menghubungi UPT di Surabaya. Dan setelah dihubungi katanya disuruh nunggu dari PT. Padahal PT seperti tidak ditanggapi, sampai saat terakhir kita hubungi PT malah marah-marah,” ungkap Masnuri.

Masih beruntung, pihak KBRI di Arab Saudi menghubungi keluarga sehingga sejak saat itu mendapat kepastian bahwa jasad Sulaiman sudah di rumah sakit setempat. Dan menginformasikan beberapa persyaratan yang harus dilengkapi agar dapat membawa pulang jenazahnya.

“pihak rumah sakit sana meminta surat-surat, awalnya berbahasa inggris. Tapi setelah kita kirim kok malah minta harus berbahasa arab. kalau orang KBRI sangat baik dan membantu kita,” imbuh sepupu Sulaiman ini.

Sementara itu, Munti’ah baru sadar bahwa Sulaiman memberikan pesan terakhirnya saat menghubungi keluarga beberapa waktu lalu,”sebelumnya belum pernah mengatakan seperti itu. Dia bilang kalau saya disuruh menjaga keluarga dan harus berhati-hati,” katanya menirukan Sulaiman sambil berisak tangis.

Meski sudah dua bulan lebih, Munti’ah berharap suaminya dapat dipulangkan ke rumah,”saya mohon dipermudah agar suami saya dapat dikuburkan di desa ini,” harapnya, sambil menggendong Labib yang masih nampak gembira.

Sepulangnya wartawan dari rumah duka, tepatnya dipersimpangan jalan lingkungan setempat, nampak ada sebuah mobil jenis Jeep bernopol dinas Pemkab Tuban, dan penumpangnya berpakaian PNS nampak akan berkunjung kerumah duka.

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. jaya berkata:

    turut berduka dengan meninggal nya TKI ini????