Published On: Rab, Feb 10th, 2016

Jalan Pantura Tuban Ditanami Pisang

SEMANDING

ATUR LALIN : Petugas Polantas sedang membersihkan pisang protes dari jalur Pantura Tuban

ATUR LALIN : Petugas Polantas sedang membersihkan pisang protes dari jalur Pantura Tuban

seputartuban.com – Warga Desa Widengan Kecamatan Semanding melakukan aksi protes dengan menanami jalan Tuban-Babat dengan pisang, Selasa (9/2/2016). Karena badan jalan berlubang tidak kunjung diperbaiki dan membahayakan pengguna jalan.

Sukran (56), warga setempat mengaku jalan tersebut berlubang dikarenakan banjir sehingga aspal terbawa air hujan. Namun oleh pihak terkait tidak segera diperbaiki dan terkesan dibiarkan saja. “Kalau hujan selalu banjir, apalagi selokan tidak kuat menampung air hujan dan aspal banyak yang berlubang karena air hujan,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa sudah ada 2 pengendara motor yang jatuh karena jalan yang berlubang tersebut. “Tadi pagi sudah ada 2 pengendara sepeda motor yang jatuh karena tidak mengetahui adanya lubang. Maka warga memberi pohon pisang agar pengendara lain tidak jatuh”, tandas Sukran.

Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaur Bin Ops) Sat Lantas Polres Tuban, Agus Edi Pranoto mengatakan pihaknya sudah memfasilitasi keluhan warga dengan pihak terkait. Agar jalan yang berlubang segera ditambal dan mengambil pisang yang ditanam warga. Agar tidak mengganggu arus lalu lintas kawasan jalan pantura. “Kami sudah menutup sementara lubang dengan pasir dan sudah menghubungi PPK Tuban-Bulu untuk menutup jalan yang berlubang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kamis (4/2/2016), jalan poros Desa Ngimbang, Kecamatan Palang ke Desa Gesing, Kecamatan Semanding juga ditutup warga. Sudah 2 bulan jalan rusak dibiarkan, sehingga warga protes dengan menutup akses jalan.

Menurut anggota Komisi B DPRD Tuban, Cancoko, kerusakan jalan itu disebabkan perencanan asal-asalan. Jalan dibangun tanpa disertai saluran air, sehingga badan jalan rusak tergerus air.

“Seharusnya sebelum melaksanakan pembangunan itu harus difikirkan juga tentang sarana prasana pendukungnya, diuraikan dan disimpulkan dengan matang, jangan hanya mentang-mentang anggaran sudah ada lantas mengesampingkan sarana pendukung penunjangnya,” kata Cancoko.  USUL PUJIONO/ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author