Published On: Jum, Nov 18th, 2016

Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Dugaan Korupsi Bektiharjo

TUBAN

seputartuban.com – Pihak Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tuban mengembalikan berkas perkara korupsi yang melibatkan petugas wisata Bektiharjo kepada penyidik Polres Tuban. Pengembalian berkas tersebut dilakukan karena seluruh berkas perkara yang dilimpahkan awal minggu lalu, dinyatakan belum lengkap dan masih dikategorikan (P-19) setelah dilakukan penelitian berkas perkaranya oleh jaksa peneliti.

BABAK BARU : Salah satu adegan dalam rekontruksi kasus OTT wisata Bektiharjo

BABAK BARU : Salah satu adegan dalam rekontruksi kasus OTT wisata Bektiharjo

Hal itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Muhammad Wahyudin Latif mengatakan saat ini, berkas yang dikembalikan tersebut telah disempurnakan. “Masih ada petunjuk dari kejaksaan untuk melakukan pelengkapan berkas, saat ini kami masih melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan dan segera berkoordinasi ulang dengan pihak kajari,” terangnya Kemarin Rabu, (16/11/2016) siang.

Menurutnya, upaya yang dilakukanya saat ini ialah berkoordinasi dengan para penyidik. Yakni untuk meneliti ulang berbagai berkas penyidikan hingga perkara dapat layak untuk ditingkatkan menjadi tahap penuntutan.

Mantan Kasat Reskrim Polres Sidoarjo itu enggan membeberkan secara detil data yang dikumpulkan dari saksi dan tersangka. “Kami sudah memiliki barang yang disita, serta berbagai bukti-bukti lain. Mohon maaf kami tidak dapat mengabarkanya kepada rekan-rekan pers,” pungkasnya.

Diketahui, personil Sat Reskrim Polres Tuban sebelumnya telah menetapkan 7 tersangka tersangka atas kasus itu. Mereka adalah TW (52), warga Desa Tegalagung, TN (50), warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Kedua Tersangka ini berperan sebagai penjaga loket yang memberikan tiket kepada pengunjung.

Kemudian AH (40) warga Kelurahan Karang, DP (40), warga Kelurahan Karang, D (45), warga Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding dan IM (52), warga Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Keempat petugas itu berperan sebagai petugas penjaga pintu atau penjaga portir. Serta (T) 52, warga Desa Penambangan, Kecamatan Semanding yang bertugas sebagai koordinator lapangan.

Sedangkan barang bukti adalah uang tunai sebesar Rp 2.300.000,- jumlah uang ini didapat pada Minggu (22/8/2016) sore saat petugas Unit II Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tuban melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) di lokasi Wisata Bektiharjo.

Para tersangka dijerat pasal 2 JO pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author