Published On: Kam, Jul 31st, 2014

Jajanan Tradisional Masih Diminati Saat Lebaran

Share This
Tags

JENU

LARIS MANIS : Siti Ruwaidah saat membungkus Madu Mongso buatanya

LARIS MANIS : Siti Ruwaidah saat membungkus Madu Mongso buatanya

seputartuban.com – Ditengah banyaknya produk makanan pabrikan, nampaknya jajanan tradisional masih mendapat tempat dimasyarakat saat merayakan hari raya Idul Fitri 1435 H. Sebagai suguhan penyambut tamu yang bertandang menyampaikan saling bermaafan.

Seperti yang diungkapkan salah satu penjual jajanan tradisional, Siti Ruwaidah (40), warga Desa Benji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Tiap lebaran dia selalu kebanjiran order untuk membuat beragam makanan tradisional. Diantaranya Madu mongso, kemplang, pertolo hingga mawar- mawaran. “warisan orang tua. Kalau musim menjelang lebaran saja saya buatnya. Karena yang pesan juga tertentu,” katanya.

Sejak memasuki puasa lalu, dia sudah memulai memproduksi pesanan para pelangganya. Setiap hari tidak kurang dari 10 Kg hingga 20 kg jajanan siap jual dibuatnya. Ibu 3 anak ini juga mengungkapkan meski masih mendapat pesanan, namun dibanding tahun-tahun sebelumnya jumlah pelanggan semakin berkurang. Karena masyarakat banyak yang beralih ke makanan pabrikan.

1 Kg madu mongso, kemplangpreci dia menjual dengan seharga Rp 30 ribu. Adapun untuk jajanan pastel, mawaran dan poya seharga Rp 1. 500. Untuk harga jajan lainnya dijual bijian dan harganya ralative menyesuaikan bahan yang digunakan. Dalam sebulan mampu memperoleh pendapatan kotor Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Penghasilan ini tidak hanya penjualan untuk kebutuhan lebaran saja. Namun juga untuk para pelanggan yang menggelar hajatan.

“Ya kalau pendapatan tergantung yang pesan. Kalau biasanya dipesan juga untuk mantenan dan lainnya. Ini tradisi atau warisan budaya kita dari segi makanan, akan saya pegang terus selama saya masih kuat,“ pungkasnya. HANAFI

Facebook Comments

About the Author