Published On: Sab, Mar 5th, 2016

Jadi Langganan Banjir, Korbankan Pendidikan Siswa

MERAKURAK

TERGANGGU : Suasana sekolah masih kebanjiran aktifitas belajar tetap dilaksanakan, agar siswa tidak semakin menjadi korban

TERGANGGU : Suasana sekolah masih kebanjiran aktifitas belajar tetap dilaksanakan, agar siswa tidak semakin menjadi korban

seputartuban.com – Karena sering kebanjiran proses belajar mengajar di  MI Salafiyah Mandirejo, Kecamatan Merakurak,  terganggu. Sudah menjadi langganan sekolahan itu terendam banjir. Baik ruang kelas atau halaman sekolah. Akibatnya tiap kali kebanjiran, aktifitas belajar mengajar diliburan.

Kejadian terakhir, jebolnya tanggul avour jambon juga menyebabkan sekolah itu kebanjiran selama beberapa hari. Agar pendidikan siswa tidak semakin terganggu, siswa tetap masuk sekolah meski halaman masih kebanjiran. Akibatnya mereka berangkat ke sekolah tanpa sepatu. “Ya tidak nyaman, semoga cepat surut,” harap salah satu siswa.

Menurut salah satu guru, Purnomo mengatakan tiap musim hujan selalu menjadi korban banjir, pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak. Lantai bangunan kelas sudah ditinggikan dari sebelumnya, tapi bila banjirnya besar masih masuk kelas. “Pada saat tanggul jebol kemarin airnya masuk kekelas dan siswa kita liburkan,” jelasnya, Jum’at (4/3/2016).

Terhitung sejak musim hujan, halaman sekolah nyaris tidak pernah kering. Sebab surut 3 hari dan belum kering, banjir sudah datang lagi. Untuk siswa kelas 6 yang akan melaksanakan ujian tetap dimasukkan, tetapi bila airnya masuk kekelas diliburkan. Sebeb mereka akan mengikuti try out pada pertengahan bulan ini. “Belajar mengajar tetap berjalan tetapi tidak bisa maksimal,” keluhnya.

Diharapkan ada penanganan serius dari para pihak terkait untuk mengatasi masalah tersebut agar pendidikan anak tidak selalu menjadi korban banjir. Sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman.
Diketahui, didaerah tersebut menjadi korban banjir sudah berlangsung lama.  Bahkan menurut pihak sekolah sudah bertahun-tahun lalu. Namun hingga saat ini belum ada solusi untuk mengatasinya dari pemerintah. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author