Published On: Jum, Okt 28th, 2016

Istri Menteri Koperasi an UKM; Pemkab Tuban Harus Meningkatkan Pengembangan Batik

KEREK

seputartuban.com – Pemkab Tuban harus lebih meningkatkan peranya dalam pengembangan kerajinan batik, tingkat nasional maupun internasional. Hal itu, disampaikan oleh istri Menteri Koperasi dan UKM, Bintang Puspayoga saat melakukan kunjungan di sanggar batik Sekar Ayu Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Rabu (26/10/2016) jam 18.00 WIB.

KEMBANGKAN BATIK: Kunjungan istri Menteri Koperasi dan UKM, Bintang Puspayoga, di pengerajin Batik Tulis Sekar Ayu, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek.

KEMBANGKAN BATIK: Kunjungan istri Menteri Koperasi dan UKM, Bintang Puspayoga, di pengerajin Batik Tulis Sekar Ayu, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek.

Dalam kunjungamnya itu,  didampingi oleh Direktur Keuangan dan Umum Lembaga Pemasaran dan Permodalan KUKM, Siti Darmawasita. Mereka melihat proses pembuatan batik gedog tersebut.

“Saya melakukan kunjungan ini untuk mengetahui potensi-potensi daerah.  Sehingga bisa dikembangkan dan diintegrasikan dengan program pemerintah pusat,” kata Istri Menteri Koperasi dan UKM.

Sebenarnya potensi yang dimiliki Tuban sangat luar bisa, kerajinan batik tulis itu bisa dikembangkan. Sebab selain latar belakang penduduknya yang bisa membatik, bahan bakunya ada.

Sehingga pengembangan batik tidak hanya ceremonial atau setengah hati saja. Selain peran pemerintah daerah juga perusahaan agar memberikan dana sosialnya. Dia berharap potensi yang sudah ada tidak dapat dimaksimalkan atau bahkan dibiarkan sia-sia. “Pemkab harus tingkatkan pengembangan kerajinan batik ini,” sambungnya.

Bintang menambahkan bahwa hasil kunjungan itu akan disampaikan ke Kementerian agar dilakukan tindaklanjut. Akan diprogramkan pembinaan karena kerajinan batik juga butuh pelatihan manajemen.

Saat ini menurutnya, proses pembuatanya sudah baik dan hasilnya  sudah dapat bersaing. Namun masih perlu mendapat pembinaan manajemen dan pemasaranya. “Penjualannya harus ditingkatkan, tidak hanya secara nasional tetapi harus sampai pasar internasional,” harapnya.

Usai melihat proses pembuatan batik tulis, rombongan kembali Surabaya untuk melanjutkan kunjungannya.

Diketahui, diwilayah Kecamatan Kerek ada sebanyak 5 desa yang memiliki potensi penghasil kerajinan batik tulis. Bahkan sudah ditetapkan kampung batik. Namun pengembanganya terkesan setengah hati. Karena belum nampak ada upaya optmalisasi kampung batik tersebut serta hanya jadi tempat tujuan kunjungan pejabat.

Sedangankan upaya pengembangan lainya masih terbatas. Diantaranya menjadikan kampung batik menjadi tujuan wisata yang terkonsep dengan sistematis. Bahkan dapat dibuat paket wisata dengan lokasi wisata yang sudah ada. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Margianto berkata:

    Permasalahan utama batik tenun gedog adalah terbatasnya bahan baku (kapas) & pengrajin pemintal yg byk berusia lanjut..perlu ketersediaan bahan baku dan mesin pemintal/ATBM