Published On: Sen, Mar 7th, 2016

Instalasi PDAM Soko Dikeluhkan Warga

SOKO

DIKELUHKAN : Inilah bangunan utama PDAM yang diduga menyebabkan debit air sumur warga berkurang

DIKELUHKAN : Inilah bangunan utama PDAM yang diduga menyebabkan debit air sumur warga berkurang

seputartuban.com – Pasca pembangunan instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban akhir Nopember 2015, kini dikeluhkan warga. Pasalnya sejak saat dilakukan pembangunan, debit air sumur warga berkurang bahkan beberapa lainya kering.

Hal itu sangat dirasakan saat kemarau lalu. Tidak hanya berkurang bahkan sumur warga lainya mengering. Padahal kondisi itu belum pernah terjadi sebelum pembangunan dan pengeboran sumber air itu. Sumur warga yang memiliki kedalam rata-rata 19 meter mengalami penurunan debit.

Sedangkan kondisi sumur PDAM diduga lebih dalam, warga menduga resapan air banyak yang menyatu dengan pengeboran tersebut. Saat musim hujan, debit air masih melimpah. Namun saat kemarau lalu sangat berkurang, dikhawatirkan kondisi ini akan terus berlangsung. “Setelah pengeboran sumber air milik PDAM itu,” ungkap Kepala Desa Kendalrejo, Sihabbudin, Minggu (6/3/2016).

Pihak desa sudah membuat kesepakatan diatas materai dengan rekanan pembuat instalasi PDAM tersebut. Yang isinya jika dikemudian hari terdapat keluhan warga terkait sumber air berkurang. Jika kondisi sumur terus berkurang debit airnya saat kemarau, warga meminta diberikan air bersih melalui instalasi baru. “Soal bayar dan tidak belum dimusyawarahkan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala PDAM Tuban, Selamet Riadi menegaskan pembangunan tersebut diluar tanggung jawabnya. Karena dilakukan rekanan dan hingga saat ini belum diserahkan kepada pihaknya. Namun Slamet sudah berani membantah pernyataan warga. Bahwa sumur PDAM tidak berpengaruh pada sumur masyarakat.

“Kemungkinan besar tidak berdampak, karena pengeboranya dilakukan hingga diatas 100 meter. Jadi tidak sampai mengganggu resapan air  diwilayah permukaan tanah,” katanya.

Hingga saat ini secara teknis pembangunan instalasi senilai Rp. 18 miliar dari APBN itu masih tanggung jawab rekanan. Bangunan seluas 10 meter X 33 meter tempat sumber utama kemudian disalurkan ke tempat penampungan kawasan Dusun Alastuwo, Desa Mojo Malang, Kecamatan Parengan. Setelah itu kemudian disalurkan ke sejumlah desa di Kecamatan Soko dan Kecamatan Parengan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author