Published On: Sab, Jun 14th, 2014

Inilah Temuan KPR Tentang Dugaan Pelecehan Seksual Siswi SDN Bangilan

Share This
Tags

TUBAN

ilustrasi/semuaunik.com

ilustrasi/semuaunik.com

seputartuban.com – Kasus dugaan pelecehan terhadap anak dibawah umur yang masih kelas VI SD di Bangilan hingga saat ini tidak diproses hukum. Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) sudah menurunkan timnya untuk mengumpulkan keterangan dari orang tua korban. Hasilnya cukup membuat aktrivis perempuan dan anak ini sempat tercengang.

Menurut Ketua KPR, Nunuk Fauziyah kepada seputartuban.com, Jum’at (13/6/2014) mengatakan kasus ini syarat kepentingan. Karena sudah jelas Kepala Sekolah (Kepsek) SD yang diduga menjadi pelaku tidak diproses hukum.

Pembiaran dimaksud Nunuk adalah tidak diberikannya hukuman yang setimpal sesuai UU perlindungan anak seperti tertera dalam pasal 81 UU RI nomor  23 tahun 2002. Seharusnya dapat diancam dengan hukuman minimal 3 tahun dan makaasimal 15 tahun penjara.

Kejadian ini sempat membuat bunga (bukan nama sebenarnya) merasa trauma. Namun kasus yang sempat menghebohkan ini nampaknya selesai ditengah jalan. Tidak sampai diproses hukum. Temuan KPR lainya adalah orang tua korban mengaku anaknya sudah sembuh dari trauma dan tidak melaporkan kasus ini ke Polisi. Karena beberapa waktu lalau dikhawatirkan mengganggu ujian sekolah.

Karena menurut orang tua bunga, jika kasus ini dilanjutkan, maka akan mengalami kendala, karena proses hukum panjang dan mengganggu pelaksanaan ujian. Hal ini jelas kurangnya pengertian hukum masyakat.

“ Katanya sudah bisa dan mau sekolah. Kami ketemu dengan keluarganya. Pihak keluarga tidak melaporkan karena  anak mau ujian, kalau dilaporkan polisi terlalu ribet. Sejauh ini tidak ada intimidasi, cuma karena bahasa Polisi disaat datang ke rumah korban,  membuat takut kepada keluarga korban. “ imbuhnya.

 Sisi lainnya, seperti yang dituturkan teman korban, bahwa terduga pelaku sering “memangku”  anak didiknya. Hal ini diketahui banyak siswa yang menimba ilmu di sekolah tersebut. “Suka mangku (didukkan diatas paha), ternyata anak yang agak besar, beranjak gede, yang terlihat badannya besar.
Korban lebih dari satu, ada sekitar empat, semuanya tidak berani “ngomong” .“ ungkap Nunuk. HANAFI

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Zacky berkata:

    Kalau sudah seperti ini apa yang bisa dilakukan oleh KPR atau pemerintah daerah dan kepolisian..?
    Dimanakah konsistensi dan wibawa hukum itu sendiri kalau hal seperti ini dibiarkan. Dimanakah peran penegak hukum itu..?
    .
    #gancur_indonesiaku