Published On: Rab, Sep 16th, 2015

Inilah Spirit Pendekar Tuban Lawan Penjajahan Narkoba

TUBAN

SPIRIT BARU : Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan menandatangi naskah deklarasi pendekar anti Narkoba disaksikan Forpimda

SPIRIT BARU : Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan menandatangi naskah deklarasi pendekar anti Narkoba disaksikan Forpimda

seputartuban.com – 14 perguruan silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), disaksikan Pimpinan Daerah Kab. Tuban, Rabu (16/09/2015), di halaman belakang Mapolres Tuban melakukan deklarasi anti narkoba.

Sejarah berdirinya perguruan silat banyak dilatarbelakangi untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah pra kemerdekaan. Saat ini memiliki fungsi pendidikan, melalui pembelajaran fisik dan mental. Para pendekar dicetak menjadi pendekar yang kuat secara fisik dan moral.

PENDEKAR ANTI NARKOBA : Forpimda, Ulama dan 14 Ketua Perguruan Silat mendeklarasikan Pendekar Anti Nakoba di Mapolres Tuban, Rabu (16/09/2015)

PENDEKAR ANTI NARKOBA : Forpimda, Ulama dan 14 Ketua Perguruan Silat mendeklarasikan Pendekar Anti Nakoba di Mapolres Tuban, Rabu (16/09/2015)

Sesuai itu, program Pendekar Anti Narkoba yang dipelopori Kapolres Tuban ini semakin menguatkan peran perguruan silat untuk mendidik masyarakat. Jika di wilayah lain mereka terjadi perang tanding diluar gelanggang, di Tuban para pendekar sepakat bersama-sama melawan penjajahan Narkoba yang merusak masyarakat maupun bangsa. Melalui 3 hal yang dideklarasikan bersama lintas perguruan silat.

Yakni Para pendekar Tuban pernah menggunakan atau konsumsi Narkoba dalam bentuk apapun. Mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Kabupaten Tuban. Mendukung Polres Tuban dalam melaksanakan pemberantasan peredaran Narkoba untuk mewujudkan Tuban Bumi Wali yang aman dan kondusif.

UNJUK GIGI : Anggota Tapak Suci menampilkan keahlianya pencak silat dihadapan undangan

UNJUK GIGI : Anggota Tapak Suci menampilkan keahlianya pencak silat dihadapan undangan

Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan mengatakan program ini didasari kondisi Indonesia saat ini sudah darurat Narkoba. Sehingga diperlukan tindakan bersama untuk melakukan pemberantasan maupun pendidikan masyarakat tentang bahaya Narkoba.

“Kita harapkan kegiatan ini tidak hanya ceremonial saja. Tuban Zero Narkoba dapat diwujudkan dengan tindakan bersama. Melaui leaflet yang kita bagi semoga dapat menjadi informasi untuk disampaikan kepada masyarakat,” ungkap Kapolres.

Di Kabupaten Tuban kasus Narkoba yang terungkap sejak Januari hingga Agustus 2015 sebanyak 44 kasus. Jumlah ini tergolong tinggi, jika dibiarkan akan semakin banyak masyarakat maupun generasi penerus bangsa yang rusak akibat Narkoba. “Melalui komitmen bersama ini mari kita sama-sama saling bergandeng tangan dan nyatakan sikap siap dalam memberantas dan memerangi narkoba,” harapnya.

Kegiatan ini disambut baik Pengurus IPSI Kabupaten Tuban, sehingga seluruh perguruan silat siap melaksanakan komitmen bersama yang telah dideklarasikan. “Program pak Kapolres ini sangat cerdas, kami dari IPSI Kabupaten Tuban bersama dengan 14 perguruan lainya siap mengawal, memantau, dan ikut berpartisi aktif dalam pemberantasan narkoba” tegas Ketua IPSI Tuban, Faisol Rozi dalam sambutanya.

Hadir dalam kesempatan ini Bupati Tuban, Ketua Pengadilan Negeri Tuban, Kepala Kejaksaan Negeri Tuban, Wakil Ketua DPRD Tuban, Kasdim 0811 Tuban. Ulama, LSM dan tokoh masyarakat.

Serta 14 Ketua dan anggota dari perguruan Tapak Suci, Ular Putih, Kusaki, Persaudaraan Rumpun Setia Hati (PRSH), Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Asad, Pandawa Lengkong, Bima, Ikatan Keluarga Silat Putera Indonesia (IKSPI) Kera Sakti, Cipta sejati, Perisai Diri, Pagar Nusa, Pencak Organisasi dan Rajawali.

Sebelum acara penutup penampilan para pendekar dari masing-masing perguruan silat, dilakukan penandatanganan deklarasi bersama yang dilakukan Pimpinan Daerah Kabupaten Tuban. Serta Ketua IPSI Tuban dan Ketua dari 14 Perguruan Silat. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author