Published On: Ming, Jun 14th, 2015

Inilah Pesan Moral Siswa RA dan MI Untuk Cabup Tuban

MONTONG

TRAGIS : Kondisi seorang janda memasak batu dengan anaknya. Diperankan siswi MI dan 2 siswa RA

TRAGIS : Kondisi seorang janda memasak batu dengan anaknya. Diperankan siswi MI dan 2 siswa RA

seputartuban.comSiswa Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hakim, Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jumat (12/05/2015) malam memperagakan drama pesan moral untuk calon dan pemimpin Tuban.

Dalam acara pentas seni jelang kelulusan tersebut siswa Ra dan MI memperagakan drama Kholifah Umar bin Khattab dengan janda miskin. Meski tidak pernah mengenyam pedidikan drama, penampilan siswa nampak menyita perhatian hadirin. Bahkan membuat banyak penonton terharu hingga meneteskan air mata.

Dalam drama yang diperankan 5 siswa tersebut menceritakan saat pemimpin Islam yang alim, bijaksana dan adil. Karakter pemimpin yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

BIJAKSANA : Kholifah Umar bin Khattab sedang memasak didampingi pengawalnya, diperankan 2 siswa MI

BIJAKSANA : Kholifah Umar bin Khattab sedang memasak didampingi pengawalnya, diperankan 2 siswa MI

Diceritakan suatu ketika Kholifah Umar sedang berjalan dipinggiran kota untuk melihat kehidupan rakyatnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi rakyat yang dipimpinya dalam keadaan baik-baik saja.

Disebuah rumah kecil terdengar tangis anak-anak berulang kali. Pemimpin besar umat Islam tersebut yang sedang menyamar bersama pengawalnya mendekat. Ternyata di dalam rumah tersebut seorang ibu sedang masak namun tidak kunjung matang. Sedangkan kedua anaknya sesaat tidur dan menangis lagi.

Sayyidina Umar lalu masuk kerumah dan menanyakan kepada sang ibu. “Aku memasak batu untuk membohongi anakku yang kelaparan. Seharian saya suruh puasa berharap saat buka dapat rejeki untuk membeli makanan. Namun hingga waktu berbuka juga tidak ada rejeki. Inilah kekejaman Kholifah Umar,” kata ibu yang diperankan Susanti Malia Sari, siswi MI kelas IV itu.

Sang wanita tidak mengetahui didepanya adalah pemimpinya. Karena memang sang ibu tidak pernah masuk kota dan bertemu kholifah. Umar bin Khattab mendengar perkataan sang ibu sangat terpukul.  Lalu dia berpamitan dari rumah reyot tersebut dan kembali ke istana.

Bersama pengawalnya dia kembali kerumah itu dan memasak untuk ibu dan kedua anaknya. Lalu menemani makan bersama. “Besok bersama anakmu pergilah ke Baitul Mal menemui Kholifah Umar,” kata sang Kholifah kepada seorang ibu yang diperankan Dimas Wilik, siswa kelas VI MI itu.

Saat di Baitul Mal sang ibu sangat terkaget, bahwa Kholifah Umar yang diolok-olok ada lelaki yang dirumahnya. Sang ibu memohon maaf kepada kholifah. Namun Umar justru meminta maaf karena dia merasa pemimpin yang dzolim karena membiarkan rakyatnya kelaparan.

“Ini tladan bagi kita semua, khususnya bagi para pemimpin dan calon pemimpin Tuban. Semoga dapat meneladani Kholifah Umar dalam memimpin,” ungkap guru pembina drama RA Nurul Hakim, Ratna Kurniasari. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author