Published On: Jum, Nov 29th, 2013

Inilah Para Perampok Bos Lohjinawe Rp. 100 Juta

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Terduga pelaku perampasan tas berisi uang Rp. 100 juta milik bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lohjinawe, Selasa (19/11/2013). Diringkus Satreskrim Polres Tuban di kawasan Kabupaten Jombang. Kelima terduga pelaku yang sudah menjadi tersangka ini memiliki peran berbeda saat menjalankan aksinya. Sedangkan hasil kejahatanya dibagi rata kelimanya.

Pelaku perampokan Tuban

DIRINGKUS : Para perampok bos KSP Lohjinawe saat di Mapolres Tuban

Dalam membongkar kasus ini awalnya Polisi memintai keterangan sejumlah saksi dilokasi kejadian. Kemudian mempelajari CCTV KSP Lohjinawe dan kesimpulanya memiliki data ciri-ciri pelaku. Saat pengejaran, Sabtu (23/11/2013) petugas mendapatkan informasi bahwa buruan Polres Tuban itu sedang menginap disebuah hotel di Kota Jombang.

Setelah dipastikan kebenaranya dengan melakukan pengawasan, Senin (25/11/2013) akhirnya dilakukan penangkapan dan langsung membawa kelima terduga pelaku ke Polres Jombang kemudian dibawa ke Mapolres Tuban untuk menjalani penyidikan.

Mereka adalah Indra Kusuma (46), warga Dusun Trikoyo, Desa Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musirawas, Sumsel. Kelvin Jacky Amora Malik (24), warga Kelurahan Curup, Kecamatan Waringin, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Devin (23), Desa Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Kabupaten Kota, Bandar Lampung. Bambang Irawan (24), warga Desa Sungai Laru, Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat. Dan Suharlani (36), warga Desa Belitar Mukat, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang lebang, Bengkulu.

Dihadapan penyidik, para tersangka mengaku membagi tugas saat menjalankan aksinya. Devin dan Bambang bertugas sebagai eksekutor perampas tas korban. Indra dan Suharlani sebagai pengawas atau pemantau keadaan sekitar lokasi dan penentu target yang akan dijadikan korban. Sedangkan Kevin sebagai penentu arah pelarian. Selain itu tersangka Indra Kusuma mengaku hasil curianya untuk modal pilihan legislatif 2014, karena dia pengurus DPC PPP dan Caleg nomor urut 2 didaerahnya.

Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi dalam Press Relas di Mapolres Tuban, Rabu (27/11/2013) mengatakan bahwa, penangkapan terkuak dari hasil keterangan saksi dipadukan dengan rekaman CCTV KSP Lohjinawe. Modusnya, para tersangka selalu beraksi dengan mencari korban yang mengambil uang dari Bank.

Setelah direncanakan, langsung dilakukan ekskusi. Tersangka sudah melakukan aksinya sejak dari Jakarta, Sumedang, Bogor, Kerawang, Sukabumi, Cianjur. Bahkan, di kawasan Jogja, Jawa Tengah juga sudah melakukan perampokan. Hasil perampokan langsung dibagi rata kepada seluruh tersangka.

Barang bukti yang berhasil diamakan dari para tersangka berupa uang tunai Rp. 7.450.000, 17 dolar terdiri dari 5 lembar. 3 unit sepeda motor, yakni 2 Suzuki satria Nopol B 3438 FKU dan B 3368 FMF dan Yamaha Jupiter MX Nopol B 3395 FNI. 1 buah karter, 10 buah HP dan 11 kartu ATM. “Karena pencuriannya tidak disertai kekerasan saat TKP di Tuban, sementara tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun, ” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kastutik (36), warga Kelurahan Perbon, Kecamatan/Kabupaten Tuban, menjadi korban perampasan uang tunai Rp. 100 juta yang baru saja diambilnya dari bank BRI Tuban. Bos KSP Lohjinawe ini dirampas saat turun dari mobil dan akan memasuki kantor koperasinya di jalan Letda Soecipto Tuban. (han)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos