Published On: Sel, Sep 23rd, 2014

Inilah Kronologi Warga Bongkar Perselingkuhan Perangkat Desa

Share This
Tags

SENORI

MASIH DITAMPUNG : Perwakilan warga saat bertemu dengan pihak pemerintah desa untuk membahas tuntutan pemecatan perangkat desa yang diduga melakukan perselingkuhan, Selasa (23/09/2014)

MASIH DITAMPUNG : Perwakilan warga saat bertemu dengan pihak pemerintah desa untuk membahas tuntutan pemecatan perangkat desa yang diduga melakukan perselingkuhan, Selasa (23/09/2014) Foto : ARIF AHMAD AKBAR

seputartuban.com – Pelayanan yang diberikan seorang perangkat Desa di Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban ini membuat warga marah. Karena dia tidak melayani sebagai abdi desa, namun dia duga melayani nafsunya sendiri yakni menjalin hubungan gelap dengan seorang warganya, perempuan yang ditinggal pergi kerja suaminya diluar kota.

Menurut JM (28), ditengah aksi unjuk rasa, Selasa (23/09/2014), perempuan yang menjadi saksi dan pembongkaran kisah terlarang ini mengatakan bawah awalnya 3 bulan lalu perempuan berusia 22 tahun tersebut ditinggal pergi kerja suaminya diluar kota. Sekitar 19 hari kemudian, perempuan tersebut diketahui tidak dirumah semalaman.

Diluar desa, seorang warga mengetahui perempuan tersebut  sedang dibonceng seorang perangkat desa setempat. Warga yang mengetahui hal ini kemudian membututinya hingga masuk disebuah penginapan di kawasan wilayah barat Kabupaten Bojonegoro.

Warga yang membututinya ini kemudian menyampaikan informasi ini kepada warga desa. Kemudian datang DS (33), JM (28) dan SF (37) menunggu diluar penginapan hingga pasangan yang sedang dimabuk asmara ini keluar.

Keluarnya pasangan ini dari penginapan dibiarkan ketiga warga. Keduanya kemudian kembali berboncengan dan melaju ke arah timur kota Kabupaten Bojonegoro, yakni dirumah keluarga perangat desa ini.

Dirumah inilah warga langsung mendatangi dan menanyakan langsung perbuatanya. Sang perangkat desa dengan perempuan disampingnya tidak berkutik. Bahkan karena sangat kaget perbuatanya sudah dibongkar warga, perempuan tersebut menangis dan dipeluk sang perangat desa didepan warganya. Bahkan hingga pingsan dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

“Dek, Saya tega dipecat dari jabatanku asalkan saya bisa hidup denganmu,” kata JM, yang diamini warga lainya saat menirukan perkataan sang perangat desa sewaktu memeluk perempuanya setelah terbongkar hubungan asmaranya.

Akibat peristiawa ini warga Desa Wanglu Wetan geram hingga turun aksi unjuk menyampaikan tuntutan pencopotan perangkat desa tersebut yang telah diduga kuat melakukan perbuatan perselingkuhan. Menanggapi hal ini, pemerintahan desa dan kecamatan setempat berjanji akan menindaklanjuti laporan dan tuntutan warga sesuai aturan yang berlaku. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Bocah Ingusan berkata:

    Wah…. sekjen PPDI Tuban ngisin-ngisinke Tuban, padahal tuntutan umur perangkat diperpanjang menjadi 60th kok malah gini…..