Published On: Jum, Nov 4th, 2016

Inilah Kata Dewan Pendidikan Soal Buku Madrasah Sebut Ahok Koruptor

TUBAN

seputartuban.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Tuban angkat bicara soal polemik buku pendamping evaluasi belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang menyebut Ahok sebagai koruptor. Seharusnya tim penyusun benar-benar orang yang berkualitas dan secara formal sudah memenuhi ketentuan.

Sampul buku MAS Kur

Sampul buku MAS Kur

Ketua Dewan Pendidikan Kab. Tuban, Sutrisno Rachmat, Kamis (3/11/2016) mengatakan para tim penulis sudah mumpuni dalam Sistem Pengujian Pendidikan (SISJIAN) atau tidak asal tunjuk.

“Seharusnya yang direkrut menjadi penulis naskah adalah guru-guru yang telah mengikuti Diklat SISJIAN sehingga hal tersebut tidak terjadi. Termasuk bagaimana kriteria pemilihan alternatif jawaban yg benar serta cara penulisannya,” katanya.

Untuk meningkatkan kualitas guru, dilakukan pelatihan SISJIAN. Selain itu dalam penyusunan buku harus ada pembagian tim yang jelas. Yakni tim penulis kisi-kisi soal, tim penulis naskah soal serta tim penyelaras. Sehingga tugas pokok dan fungsi pada masing-masing bagian lebih jelas dan mudah dimaksimalkan kinerjanya.

“Kalau prosedur itu dilakukan, maka hal tersebut tidak akan terjadi,” kata tokoh yang juga pernah menjadi tim penulis naskah EBTANAS Provinsi Jatim.

Ditanya soal harga jual buku dikalangan sekolah, mantan Kepala Kanwil Kementrian Agama Jatim itu mengatakan bahwa buku tidak boleh semata-mata untuk bisnis saja. Nilai bisnisnya sangat kental jika harga buku lebih mahal dibanding harga foto copy.

“Kalau soal LKS, seingat saya pernah ada pelarangan ketika berbau bisnis. Indikatornya harga LKS tidak boleh lebih mahal dengan harga foto copy,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya penerbitan buku MAS Kur oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI dan pengawas pendidikan agama islam (PAI) TK/RA/SD menuai polemik. Karena menyebut kata Ahok dalam sebuah soal yang menyebutnya sebagai koruptor. CIPNAL

Facebook Comments

About the Author

Videos