Published On: Sab, Agu 8th, 2015

Inilah Jalan Berliku Percintaan AW Hingga Kepenjara

TUBAN

CABUL : Tersangka persetubuhan dibawah umur saat di ruang penyidik Mapolres Tuban

CABUL : Tersangka persetubuhan dibawah umur saat di ruang penyidik Mapolres Tuban

seputartuban.com – Hubungan percintaan antara Bunga,16, (bukan nama sebenarnya),  gadis asal Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban dengan AW (16), warga yang sama berakhir dengan proses hukum. Kini remaja tersebut mendekam di tahanan Mapolres Tuban untuk menjalani proses hukum.

Bunga menjalin hubungan dengan AW sejak kelas VIII Madrasah Tsanawiyah. Rayuan AW membuat gadis tersebut tidak berdaya menolak diajak hubungan intim. Hubungan layaknya suami istri tersebut awalnya dilakukan dirumah korban pada (10/10/2014).

Kejadian itu terulang hingga 6 kali dirumah yang sama dan dirumah tersangka. “Korban diketahui saat sudah mengandung usia 6 bulan,” ungkap Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, Jumat (07/08/2015).

Hubungan yang tidak seharusnya ini terkuak oleh keluarga setelah korban mengandung usia 6 bulan. Pihak keluarga memutuskan untuk menikahkan keduanya dan mendaftarkan diri ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Namun karena keduanya masih kategori usia dini, permohonan tersebut ditolak. Karena harus terlebih dahulu mengajukan sidang dispensasi nikah di Pengadilan Agama Kab. Tuban. Kemudian diputuskanlah nikah secara siri pada (28/04/2015).

Saat usia kandungan berumur 7 bulan korban melahirkan secara prematur di RSUD dr R Koesma Tuban, (06/05/2015). Namun dalam persalinan tersebut bayi tidak dapat diselamatkan jiwanya selang 2 hari pasca persalinan meninggal dunia.

Hubungan ini beralih menjadi ranah hukum saat tanggal yang telah disepakati untuk pernikahan sah pada (15/07/2015) pihak AW mengingkarinya. Tidak datang ke rumah korban untuk melangsungkan pernikahan. Padahal tanggal pernikahan tersebut sudah disepakati kedua keluarga pada saat pernikahan siri dilakukan.

“Karena merasa dibohongi akhirnya orang tua korban melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tuban pada hari itu juga. Kemudian segera dilakukan pengejaran terhadap  tersangka,” imbuh Elis.

Tersangka AW dijerat dengan pasal 81 junto pasal 76 D undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara. Sebagai barang bukti Polisi mengamankan celana dalam warna merah muda dan baju tidur warna putih milik korban. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author