Published On: Sen, Agu 31st, 2015

Inilah Fakta Sebenarnya Remaja Gresik Tenggelam di Nglirip

Share This
Tags

SINGGAHAN

TERCEPAT : Jasad Korban ditemukan paling cepat sepanjang sejarah wisatawan tenggelam di kawasan Air Terjun Nglirip. Kejadian ini menjadi tontonan warga.

TERCEPAT : Jasad Korban ditemukan paling cepat sepanjang sejarah wisatawan tenggelam di kawasan Air Terjun Nglirip. Kejadian ini menjadi tontonan warga.

seputartuban.com – Eva Tri Suryana (15), remaja asal Kebomas Kabupaten Gresik, menjadi korban tenggelam di kawasan Air Terjung Nglirip, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Minggu (30/08/2015) jam 12.00 WIB.

Rombongan wisata 14 remaja asal Kabupaten Gresik berubah menjadi cerita pilu setelah salah satu diantaranya tenggelam. Berbeda seperti rumor yang beredar bahwa korban tenggelam saat foto selfie.

Menurut penuturan Dodik Yantono (20), salah satu teman korban yang ikut tercebur dan berhasil selamat. Dia mengatakan kejadian bermula saat 5 remaja berada di kawasan air terjun. Mereka adalah dirinya, Eva Tri Suryana (korban), Galuh, Rosyid dan Diah.

Saat tengah hari tiba, suasana berubah. Usai saling foto, korban mengajak bercanda dengan temanya tersebut. Dengan mendorong ke kolam dasar air terjun yang sangat dalam, kelimanya tercebur ke air. Mereka tidak dapat berenang, hingga kepanikan didalam air terjadi.

“Saya dan teman-teman tidak bisa berenang mereka saling menolong. Didalam air tarik-tarikan dan saling tendang karena panik, dan saya pasrah. Tiba-tiba ada yang menarik menolongnya, saya tidak tahu siapa karena saya tidak sadar,” ungkap.

Ditanya foto korban yang beredar di media sosial, Dodik mengaku itu berawal salah satu temanya mengunggahnya ke media sosial. Selain itu ada warga yang meminta foto yang diabadikan sebelum kejadian.

Setelah sadar, mereka kemudian menuju rumah Ketua RT setempat, Ngadi (53), untuk melaporkan kejadian ini. Kemudian informasi ini diteruskan kepada pihak lainya. “Malam Jumat minggu lalu ada warga yang melihat anak perempuan dilokasi itu, disuruh minggir malah ketengah dan hilang,” ungkap Ketua RT.

Kejadian ini menghebohkan warga, masyarakat dari beberapa desa sekitar mendatangi lokasi wisata untuk melihat proses pencarian. Banyak diantaranya mengabadikan peristiwa ini dengan kamera ponsel dan mengunggahnya ke media sosial. Selain itu selama proses pencarian Dalmas Polres Tuban juga diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

Tim penyelam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Tuban melakukan pencarian dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Kemudian dibantu dari SAR PT Semen Indonesia. Bahkan Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan nampak turun langsung melakukan penyelaman.

Upaya ini tidak sia-sia, sekitar pukul 17.30 WIB korban ditemukan didasar air dalam keadaan penuh lumpur bagian tengah kolam. Kemudian dievakuasi ke RSUD dr R Koesma Tuban. Perwakilan keluarga korban sudah datang beberapa saat setelah kejadian. MUHAIMIN/RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author