Published On: Sel, Apr 15th, 2014

Inilah Biro Jodoh Merpati Balap Di Tuban

Share This
Tags

JENU

seputartuban.com – Mengawinkan burung merpati tidaklah mudah. Harus menggunakan teknik khusus agar merpati betina dan jantan bisa dikawinkan hingga menjadi pasangan burung balap. Tidak semua orang memiliki kemampuan khusus ini.

burung dara

BIRO JODOH : Jerry Prasetyo sedang menunjukkan pasangan burung merpatinya yang siap diadu terbang

Jerry Prasetyo (28), warga Dusun Gedangan, Desa Jenggolo, Kecamatan Jenun Kabupaten Tuban, saat didatangi di rumahnya, Sabtu (12/4/2014) mengatakan dia sudah mengawinkan puluhan pasang burung merpati.

Sejak 2 tahun lalu dirinya menggeluti pekerjaan ini. Bermula dari hobi dan coba-coba membuat pasangan burung merpati balap. Hasilnya pasangan merpatinya dapat menjuarai beberapa perlombaan merpati balap.

Dengan bermodal kandang dan sarang burung dirinya memulai untuk menjadi biro jodoh merpati aduan. Dia tidak memasang tarif khusus untuk menjodohkan merpati. Setiap hari lebih dari 10 orang datang kepadanya untuk membuat sepasang merpati balap.

Selain menjodohkan jantan dan betina, dia juga harus dapat meningkatkan kemampuan terbang merpati agar menang dalam perlombaan. “Saya tidak memasang tarif. Yang penting sudah bisa berpasangan dan siap diadu, ” ujar Jerry.

Untuk menjodohkan pasangan merpati cukup mudah. Antara merpati betina dan jantan dipisahkan ditempat yang berbeda selama sekitar 5 hari. Selanjutnya, keduanya disatukan dalam kandang selama 2 hari. Setelah keduanya benar-benar cocok, maka siap diadu kecepatan terbangnya. Lomba merpati balap ini dengan cara pejantan dibawa berjauhan kemudian dilepas menuju betinanya, yang paling cepat hinggap dibetina menjadi pemenangnya. Biasanya jaraknya mulai 100 meter hingga 1.000 meter.

Untuk menjadikan merpati itu terbang cepat, Jerry tidak menjelaskan trik khusus. Hanya saja, agar burung jantan bisa terbang cepat harus memilih merpati yang memiliki sayap lebar dan besar. Selain itu, harus dilatih terbang terus menerus. “Kalau dilatih aduan terus akan lebih kenal dengan betinanya. Terbang itu tergantung jenis burungnya, arah angin dan sering dilatih, ” katanya.

Merpati aduan yang sudah menjuarai beberapa perlombaan harganya naik diatas normal. Antara Rp. 1 juta sampai Rp. 5 juta. Berbeda dengan merpati yang biasa, hanya sekitar Rp. 30 ribu sampai Rp. 50 ribu. “Kalau sudah juara ya harga tidak ada patokannya, bisa mencapai Rp. 5 juta lebih, ” pungkasnya. (han)

Facebook Comments

About the Author