Published On: Sel, Apr 1st, 2014

Inilah Alasan Tukang Parkir Gay Lampiaskan Syahwatnya Dengan Siswa SD

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Toni Feri (25) warga Jl. Ronggolawe, Gg. Aryo Wenang, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban yang melakukan pelecehan seksual terhadap siswa SD kelas IV. Dengan cara penisnya diminta mengulum adalah seorang Gay. Penyuka sesama jenis, karena dia patah hati diputus pacarnya 2 tahun lalu.

TUKANG PARKIR GAY : Tersangka yang suka sesama jenis saat menunjukkan barang bukti tindak asusilanya di Mapolres Tuban

TUKANG PARKIR GAY : Tersangka yang suka sesama jenis saat menunjukkan barang bukti tindak asusilanya di Mapolres Tuban

Saat ditemui di Mapolres Tuban, Senin (1/4/2014) dia mengaku dia penyuka sesama jenis (Gay), dan siswa BF (10) menjadi korban pelampiasan birahinya. Penyebab dia tidak lagi menyukai lawan jenisnya karena sakit hati yang mendalam diputus pacarnya 2 tahun lalu. Cinta yang teramat besar dan pujaan hatinya memutus hubungan tanpa sebab membuat psikologinya berubah.

Setelah putus dengan kekasihnya tahun 2012 lalu, rasa dendam dan benci itu kian hari makin membesar. Kebencian yang teramat besar berubah kehilangan hasratnya kepada kaum wanita. Hingga berubah hasrat kepada sesama jenisnya.

Hingga akhirnya, dia melampiaskan syahwatnya kepada korban dengan melakukan tindakan asusila dengan menyuruh korban untuk mengocok dan mengulum kelaminnya. Nampaknya kepuasan orgasmenya ini sangat dinikmati hingga diulang 3 kali dikawasan yang sama. Di Jl. Pemuda, Gg. Aryo Lelono, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.

Ditanya berapa banyak kaum lelaki yang diajak berhubungan atau diperlakukan serupa dengan korban. Toni tidak menjawab dengan pasti. Namun ia menegaskan setiap kali penetrasi berlangsung selama 5 menit sampai 10 menit sudah orgasme. “Saya kenal juga baru saja. Tak suruh mengulum saja, cuma sekitar 5 menit saja,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Tuban, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wahyu Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan bahwa terduga pelaku bekerja menjadi juru parkir di depan lokasi sekolah korban. Setiap hari selalu memperhatikan korban. Terkait kejiwaan tersangka, dia enggan berkomentar, karena vonis kejiwaan bukan wewenangnya. Pihaknya juga baru memeriksa kronologi kejadian, belum mengarah pada kejiwaan tersangka. “Kalau saya mengatakan kelainan jiwa itu kurang pas. Namun kalau dari pelaku katanya habis putus cinta terus dendam dengan wanita dan suka pria, ” tegasnya. (han)

Facebook Comments

About the Author