Published On: Sen, Apr 29th, 2019

Ini Kata Sekda Tuban Dalam Pembukaan Pelatihan Guru Oleh CPFI

seputartuban.com, TUBAN – Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., membuka Program Pengembangan Diri bagi Guru yang IDEAL (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, dan Berakhlak mulia dan Luhur Budi), Senin (29/04/2019) di gedung Korpri Tuban.

Sekda Budi Wiyana saat menyampaikan sambuta

Kegiatan ini wujud kerjasama antara Pemkab Tuban, Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI), dan Universitas Diponegoro Semarang. Pembukaan juga dihadiri sejumlah pimpinan CPFI; Dekan Psikologi Undip; dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban; serta 110 guru SD dan SMP.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Pelatihan bagi guru ini sejalan dengan program Pemkab Tuban dalam rangka pengembangan SDM melalui pendidikan. Upaya pengembangan di bidang pendidikan menjadi prioritas bagi Pemkab Tuban yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Tuban.

“Bidang pendidikan juga mendapat alokasi anggaran paling tinggi lebih dadi 20 persen,” ungkapnya. Besarnya perhatian Pemkab di bidang pendidikan ini, guna untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menekan angka kemiskinan masyarakat Kabupaten Tuban.
Guna mendukung upaya tersebut, Sekda menerangkan perlu adanya dukungan dari semua pihak, mulai dari dinas terkait, dunia usaha, dan masyarakat. Di samping itu, Pemkab Tuban membuka selebar-lebarnya upaya mempercepat penguatan karakter dan moral; serta peningkatan prestasi pendidikan.

Lebih lanjut, program CSR dari CPFI ini harus benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin. Karenanya, sinergitas dan koordinasi harus terus ditingkatkan. Di samping itu, perlu ada evaluasi sebagai upaya pengembangan atas program ini.

“Ada kemungkinan materi maupun pola pengajaran selama program ini dapat diadopsi dalam pengajaran pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah,” tuturnya.

Mantan Kepala Bappeda Tuban itu menghimbau kepada seluruh guru untuk senantiasa meningkatkan kapabilitas dirinya. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, guru dapat menjadi inspirator bagi lingkungan sekitarnya. Tidak hanya itu, materi dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan, dapatnya ditularkan kepada tenaga pendidik yang lain.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang, yang manfaatnya akan diperoleh beberapa waktu mendatang,” serunya.

Sementara itu, Sekjend CPFI, Andi Magdalena Siadari mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa “Bakti Pada Guru” selama dua hari. Kabupaten Tuban dipilih dengan alasan banyak warganya yang menjadi mitra CPFI. Selain CSR di bidang pendidikan, CPFI juga pernah melaksanakan CSR di sektor pertanian dan peternakan bagi warga Tuban.

Andi Magdalena menerangkan program Bakti Pada Guru mulai diselenggarakan pertengahan tahun 2017 dan sudah tersebar 30 provinsi di Indonesia.

“Lebih dari 2000 guru telah mengikuti program Guru IDEAL ini dan tersebar di berbagai provinsi bahkan hingga ke Papua,” ujarnya. Tidak hanya itu, 80 persen CSR CPFI difokuskan di bidang pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Psikologi Undip, Dr. Hastaning Sakti, M.Kes.Psi., menambahkan program ini difokuskan pada pengembangan tenaga pendidik yang mengedepankan pendidikan berkarakter. Dengan berbagai materi dan pengajaran yang menyenangkan, diharapkan mampu mendukung pendidikan yang berkarakter dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. (mctbn)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos